Analisadaily.com, Medan - Bungsuland Property menghadirkan Bungsuland Academy, sebuah program pembelajaran bisnis properti terintegrasi yang berfokus pada sektor rumah subsidi.
Langkah ini sebagai upaya menyikapi industri properti di Indonesia yang sedang menghadapi tantangan besar, mulai dari pemenuhan kualitas pembangunan, kompleksitas legalitas, strategi penjualan, hingga angka backlog perumahan nasional yang masih menyentuh hampir 10 juta unit.
Langkah strategis ini diinisiasi Direktur Utama Bungsuland yang juga Direktur Bungsuland Academy, Hafiz Hamzah, mengajak generasi muda khususnya Gen Z dan Milenial untuk naik kelas (next level) dengan memulai langkah menjadi pengusaha di industri properti saat peluncuran dan pembukaan Bungsuland Academy di Kota Medan, Selasa (29/9/2026).
Acara berlangsung khidmat serta mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen penting, mulai dari jajaran pemerintahan, asosiasi, pelaku industri papan atas, hingga sektor perbankan.
Hadir dari unsur pemerintahan, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut serta bupati diwakili Kepala Dinas Cipta Karya.
Dukungan dari sektor industri dan asosiasi diperkuat oleh kehadiran Ketua Umum DPP APERSI, Dedi beserta rombongan, Direktur Pesona Kahuripan Group Mas Angga Budi Kusuma, serta Direktur PT Kawah Group Mas Ridwan.
Sektor finansial juga memberikan komitmen penuh melalui kehadiran para petinggi perbankan, antara lain Direktur Bank Sumut, Pimpinan Unit Usaha Syariah Bank Sumut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bank BRI, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bank BTN, Kepala Cabang Bank BNI Medan, Kepala Cabang Bank Mandiri, Kepala Cabang Bank BJB, Kepala Cabang Bank Nobu, Kepala Cabang Bank BSN, serta para tamu undangan penting lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas bahwa ekosistem industri properti siap mendukung penuh lahirnya generasi baru pengembang perumahan subsidi di Indonesia.
"Bungsuland Academy lahir dari refleksi mendalam terhadap perjalanan sang ayah yang membangun bisnis properti secara otodidak," ungkap Direktur Bungsuland Academy, Hafiz Hamzah.
Hafiz menilai, banyak pengembang properti pemula menghadapi benturan keras di lapangan akibat kurangnya kesiapan ilmu yang matang.
"Permasalahan klasik seperti sengketa legalitas, kendala teknis pembangunan, hingga kegagalan strategi pemasaran sering menjadi batu sandungan yang fatal," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Hafiz, jika ada wadah pendidikan formal yang khusus membedah seluk-beluk properti secara komprehensif, risiko-risiko tersebut dapat diminimalisasi untuk menyelesaikan akar masalah industri dari hulu.
"Dasar pemikiran inilah yang melahirkan Bungsuland Academy dengan dukungan penuh dari sang ayah selaku mentor dan direktur utama," jelasnya.
Guna menyajikan pendidikan yang berkualitas dan aplikatif, Bungsuland Academy berkomitmen menghadirkan para pengajar ahli (expert) yang berkompeten di bidangnya.
Para mentor dan instruktur akademi ini berasal dari berbagai lintas sektor kritikal, mulai dari Kementerian Perumahan, praktisi perbankan, pelaku bisnis properti senior, notaris/PPAT, ahli teknik sipil, hingga pakar digital marketing.
Menariknya, seluruh program pelatihan dan pembelajaran di Bungsuland Academy ini disediakan secara gratis sebagai bentuk kontribusi sosial membangun kapasitas SDM Indonesia.
Melalui wadah edukasi ini, Hafiz Hamzah berharap generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mampu bertransformasi menjadi pengusaha properti baru yang tangguh.
Melalui lahirnya developer-developer muda, diharap tercipta multiplier effect positif bagi perekonomian nasional. Tujuan besar dari program ini adalah membawa teman-teman Gen Z dan Milenial ke tingkat lebih tinggi.
"Ketika mereka berhasil menjadi pengusaha, mereka akan membuka lapangan pekerjaan baru, menyerap tenaga kerja, dan akhirnya membantu menggerakkan roda ekonomi bangsa serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Mari bersama-sama membekali diri dengan ilmu, tumbuh bersama, dan sukses bersama untuk kemajuan properti Indonesia," pungkas Hafiz.











