Petani Karo Keluhkan Mahalnya Pupuk, DPRD Sumut Desak Penambahan Kuota (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan– Mahalnya harga pupuk non-subsidi dan terbatasnya kuota pupuk bersubsidi menjadi keluhan serius petani di Kabupaten Karo. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu musim tanam dan meningkatkan beban biaya produksi, bahkan berisiko membuat petani tidak mampu memenuhi kebutuhan pupuk tanaman.
Keluhan tersebut disampaikan petani dari Desa Biak Nampe dan Desa Kuta Suah, Kecamatan Munte, serta Desa Rumamis, Kecamatan Barusjahe. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sementara harga pupuk non-subsidi dinilai terlalu mahal.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Sumatera Utara, Frans Dante Ginting, kepada wartawan, Rabu (7/10/2026), di Gedung DPRD Sumut.
“Mahalnya harga pupuk non-subsidi serta sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi setiap musim pemupukan atau musim tanam menjadi ancaman serius bagi petani Karo. Karena itu, para petani berharap Pemkab Karo, Pemprov Sumut dan pemerintah pusat segera mengatasi keluhan mereka,” ujar Frans Dante.
Politisi Partai Golkar tersebut meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi. Salah satunya dengan menambah kuota pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan di lapangan serta memperbaiki distribusinya agar sampai kepada petani tepat waktu.
Menurut Frans Dante, persoalan pupuk tidak hanya menyangkut jumlah kuota. Ketepatan waktu penyaluran juga sangat menentukan keberhasilan petani dalam mengelola tanaman.
“Petani berharap pemerintah bisa menurunkan harga pupuk non-subsidi yang begitu mahal, sekaligus menambah kuota pupuk bersubsidi. Penyalurannya juga harus tepat waktu sehingga tidak mengganggu masa tanam,” katanya.
Ia menegaskan, pupuk bersubsidi yang tersedia setelah masa tanam atau pemupukan berlangsung tidak banyak membantu petani. Sebab, kebutuhan pupuk memiliki waktu tertentu agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.
“Permasalahannya, pupuk bersubsidi kerap datang setelah masa tanam. Padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan pada masa persiapan dan awal tanam agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Mantan anggota DPRD Karo itu berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan pupuk petani di Kabupaten Karo. Evaluasi tersebut, katanya, perlu mencakup penetapan kuota, mekanisme distribusi hingga ketepatan waktu penyaluran.
Frans Dante menilai ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau dan distribusi yang tepat waktu merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian Karo.
“Jangan sampai persoalan pupuk justru membuat biaya produksi petani semakin tinggi. Pemerintah harus memastikan pupuk tersedia ketika petani membutuhkannya,” pungkasnya.











