Cegah Tragedi Maut Sibolangit Terulang, Anggota DPRD Sumut Minta Dishub dan Ditlantas Periksa Kelaikan Kendaraan dan Tindak ODOL

Cegah Tragedi Maut Sibolangit Terulang,  Anggota DPRD Sumut Minta Dishub dan Ditlantas Periksa Kelaikan Kendaraan dan Tindak ODOL
Cegah Tragedi Maut Sibolangit Terulang, Anggota DPRD Sumut Minta Dishub dan Ditlantas Periksa Kelaikan Kendaraan dan Tindak ODOL (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, - Anggota DPRD Sumut mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut segera mengambil langkah tegas dengan merazia rutin atau pengawasan ketat terhadap truk-truk tua atau truk melebihi tonase yang melintas di jalur Medan-Berastagi. Hal ini untuk mencegah terulang kembali tragedi tabrakan maut beruntun di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (17/7).

Demikian ditegaskan anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Frans Dante Ginting dan Salmon Sumihar Sagala SE kepada wartawan, Sabtu (18/7) melalui telepon di Medan menanggapi terjadinya tabrakan beruntun di Sibolangit. Tabrakan diduga akibat truk bermuatan air mineral dari arah Berastagi mengalami rem blong.
"Peristiwa kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang di kawasan Jalan Jamin Ginting, Desa Sukamakmur itu harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah ini, untuk segera memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang atau truk-truk tua atau melebihi tonase melintasi jalur Medan-Berastagi," tegas Frans Dante.
Politisi Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi B ini menambah kan, jalur Medan-Berastagi merupakan salah satu ruas jalan dengan karakteristik tanjakan, turunan tajam, dan tikungan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi. Karena itu, setiap kendaraan angkutan barang yang melintas harus benar-benar dipastikan dalam kondisi laik jalan sebelum diizinkan beroperasi.
Menurut Wakil Sekretaris Fraksi Golkar ini, pemeriksaan fisik kendaraan harus dilakukan secara berkala dan tidak boleh hanya bersifat administratif. Sistem pengereman, kondisi ban, kemudi, lampu, hingga kelayakan mesin harus menjadi perhatian utama, mengingat kerusakan pada salah satu komponen tersebut dapat berakibat fatal, terutama saat melintasi jalur pegunungan.
Frans Dante juga meminta Dishub Sumut dan Ditlantas Polda Sumut memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas atau ODOL (Over Dimension Over Loading).
Ditambahkan Frans Dante, praktik kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih dinilai masih menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan lalu lintas, selain mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
"Razia terhadap kendaraan ODOL harus terus dilakukan secara konsisten, bukan hanya sesaat setelah terjadi kecelakaan besar. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan ekonomi yang mengabaikan aturan," tegas Frans.
Senada dengan itu, Salmon Sumihar Sagala meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak memberikan toleransi terhadap truk-truk yang sudah berusia tua dan tidak lagi memenuhi standar keselamatan, sebab kendaraan seperti itu sangat berbahaya apabila tetap dipaksakan melintasi jalur Medan-Berastagi yang memiliki medan ekstrem.
Anggota Komisi B ini menilai banyak kendaraan angkutan barang yang secara usia maupun kondisi teknis sudah tidak layak beroperasi, namun masih bebas melintas tanpa pengawasan yang memadai. Karena itu, Dishub Sumut dan Ditlantas Polda Sumut harus lebih tegas dan selektif dalam memberikan izin operasional maupun saat melakukan pemeriksaan di lapangan.
"Kami meminta truk-truk yang sudah tua dan tidak memenuhi standar keselamatan dilarang keras beroperasi di jalur Medan-Berastagi. Jangan menunggu korban kembali berjatuhan baru dilakukan penertiban. Pencegahan harus menjadi langkah utama," ujar Salmon Sumihar.
Kedua anggota dewan tersebut menilai tragedi kecelakaan beruntun di Sibolangit yang menewaskan empat orang, menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka, serta mengakibatkan sedikitnya delapan kendaraan mengalami kerusakan parah, harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan angkutan barang di Sumatera Utara.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi