Timbul Jaya Sibarani Apresiasi Pemprovsu Perbaiki Infrastruktur di Simalungun

Timbul Jaya Sibarani Apresiasi Pemprovsu Perbaiki Infrastruktur di Simalungun
Timbul Jaya Sibarani Apresiasi Pemprovsu Perbaiki Infrastruktur di Simalungun (analisadalily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Simalungun memasuki babak baru yang penuh harapan. Di tengah berbagai tantangan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tetap menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui sejumlah proyek strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Fokus utama pembangunan tahun ini diarahkan pada peningkatan kualitas jalan provinsi serta pembenahan sistem irigasi. Salah satu proyek paling menonjol adalah peningkatan struktur jalan pada ruas Simpang Raya – Sipintu Angin – Pelabuhan Tiga Ras dengan nilai anggaran mencapai Rp24 miliar. Ruas ini memiliki peran vital dalam menghubungkan kawasan strategis, termasuk daerah pariwisata Danau Toba, sehingga peningkatannya diharapkan mampu memperlancar arus transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain itu, sejumlah ruas jalan penting lainnya juga mendapatkan perhatian serius. Pemeliharaan berkala dilakukan pada ruas Kerasaan–Perdagangan dengan anggaran Rp14 miliar, serta ruas Siantar–Kerasaan sebesar Rp6,6 miliar. Peningkatan struktur jalan juga dilaksanakan pada ruas batas Pematang Siantar–Pematang Raya senilai Rp13,2 miliar dan ruas Perdagangan–Bandar Masilam sebesar Rp12 miliar. Tak ketinggalan, rehabilitasi jalan Siantar–Tanah Jawa serta peningkatan jalan Tanah Jawa–batas Asahan menjadi bagian dari upaya menyeluruh dalam memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga dengan baik.

Dalam mendukung ketahanan infrastruktur, pembangunan turap, talud, dan bronjong pada ruas Tanah Jawa–batas Asahan juga dilaksanakan. Infrastruktur pengaman ini sangat penting untuk mencegah longsor dan kerusakan badan jalan, terutama di wilayah yang rawan erosi.

Tak hanya jalan, sektor pengelolaan air turut menjadi prioritas. Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp17 miliar untuk rehabilitasi saluran di daerah irigasi Raja Maligas, Rp7 miliar untuk daerah irigasi Javakolonisasi, serta Rp2,9 miliar untuk peningkatan saluran di Rambung Merah/Simarimbun. Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah.

Menariknya, selain proyek-proyek besar tersebut, terdapat pula lebih dari 20 kegiatan pendukung seperti pembersihan sedimen dan pekerjaan teknis lainnya dengan nilai di bawah Rp200 juta per kegiatan. Meski terlihat kecil, kegiatan ini memiliki dampak signifikan dalam menjaga fungsi infrastruktur secara berkelanjutan dan mencegah kerusakan yang lebih besar di masa depan.

Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani SH MH, Selasa (28/4/2026) melalui telepon menyampaikan, apresiasi terhadap alokasi anggaran yang diberikan untuk Kabupaten Simalungun. Ia menilai bahwa meskipun belum sepenuhnya ideal, porsi anggaran tersebut sudah menunjukkan perhatian yang cukup baik dari pemerintah provinsi, terlebih di tengah tuntutan efisiensi yang sedang dijalankan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ini sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan di lapangan. Ia menekankan bahwa setiap proyek harus dikerjakan secara profesional, tepat waktu, dan sesuai standar teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Jika hal tersebut dapat diwujudkan, maka perubahan signifikan pada infrastruktur jalan, sungai, dan irigasi di Simalungun akan segera terlihat.

Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Jalan yang lebih baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan, sementara sistem irigasi yang optimal akan memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut politisi Partai Golkar ini, dengan berbagai upaya yang tengah berjalan, masyarakat Simalungun kini memiliki alasan kuat untuk optimis. Harapan akan infrastruktur yang lebih baik, akses yang lebih mudah, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka perlahan mulai menjadi kenyataan. Ini adalah bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menghadirkan perubahan nyata, bahkan di tengah keterbatasan yang ada

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi