Pelatihan Implementasi ISPO, Bekali Pekebun Batu Bara dengan Pengetahuan Pengelolaan Sawit Berkelanjutan (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan — Pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Batu Bara mengikuti Pelatihan Implementasi ISPO
Program Pengembangan SDM Pekebun Kelapa Sawit pada 15–20 Oktober 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan
Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan PT Iskol Agridaya Internasional ini bertujuan
memperkuat kapasitas pekebun dalam menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan sesuai ketentuan.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Yusuf Lubis, SP., SE., menegaskan bahwa penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) membutuhkan komitmen bersama dan pemahaman yang dapat diterapkan
langsung di kebun.
“ISPO merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan pertanian sawit secara berkelanjutan. Harapannya, dengan pelatihan ini yang tidak hanya terkait teori, tetapi juga ada kegiatan
kunjungan lapangan, petani yang sudah mengikuti pelatihan dapat mulai menerapkan standar ISPO di
tempatnya masing-masing,” ujarnya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara, Ananda Fadhillah
Akbar, SP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya
kegiatan tersebut. Ia berharap peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga membagikan pengetahuan kepada pekebun lain di daerah asalnya.
“Kami berterima kasih kepada BPDP, Dirjen Perkebunan, dan PT Iskol Agridaya Internasional sehingga para pekebun kelapa sawit kami bisa mendapatkan pelatihan Implementasi ISPO. Kepada para peserta, kami harap dapat mengikuti pelatihan dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Kemudian, peserta dimohon menyampaikan ilmu yang
diterima kepada pekebun sawit di daerah masing-masing yang tidak mengikuti pelatihan ini,” tuturnya.
Selama pelatihan, peserta mempelajari prinsip dan kriteria ISPO, sistem serta prosedur sertifikasi, legalitas usaha dan lahan, praktik budidaya yang baik, hingga pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Materi tersebut memberikan bekal bagi pekebun untuk mengenali aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kebun agar lebih tertib, produktif, dan berkelanjutan.
Manfaat lainnya adalah peningkatan pemahaman mengenai administrasi dan pencatatan kegiatan kebun, transparansi penjualan tandan buah segar (TBS), serta penyusunan rencana aksi peningkatan usaha. Pencatatan yang baik dapat membantu pekebun memantau kegiatan dan biaya produksi,
mengevaluasi hasil usaha, serta menyiapkan dokumen yang diperlukan dalam proses sertifikasi.
Penguatan kelembagaan pekebun juga menjadi bagian penting untuk mendukung penerapan standar
secara bersama-sama. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan dapat mulai menerapkan praktik yang sesuai dengan prinsip ISPO, mengidentifikasi kekurangan dalam pengelolaan kebun, dan menyusun langkah perbaikan secara bertahap.
Pelatihan ini juga diharapkan mendorong penyebarluasan pengetahuan kepada pekebun lain di Kabupaten Batu Bara, sehingga manfaat peningkatan kapasitas tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat menjangkau kelompok pekebun yang lebih luas.











