Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Irjen Pol Wawan Ridwan memberi cinderamata untuk Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso dalam kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderas (Analisadaily/ yogi yuwasta)
Analisadaily.com, Medan - Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Irjen Pol Wawan Ridwan mengatakan data hasil penyelidikan Densus ada sekitar 740 anak yang tersebar di 26 Provinsi di Indonesia terpapar paham ideologi kekerasan. Bahkan 300 diantaranya terpapar jaringan paham kekerasan.
"Mereka (anak-anak) yang sudah terpapar paham ideologi kekerasan ini menjadi tugas berat bagi kita semua. Untuk itu, kami rasa penting untuk menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi,"jelasnya saat membuka kegiatan Literasi Digital Berbasis Moderasi Memperkuat Peran Guru Dalam Menangkal Paham Kekerasan Pada Siswa, Selasa (20/10/2026) di Andaliman Hall, Medan.
Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi XIII, DPR RI, Sugiat Santoso, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumut, Prof, Dr, Arifuddin Muda Harahap, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpolinmas Sumut, Plt Kasatgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Guntur Andriyanto, para narasumber dan undangan.
Lebih jauh, guru buka hanya berdiri di depan kelas dan tidak hanya mengajarkan rumus tapi mempelajari karakter dan nilai kebangsaan. Guru garda terdepan menjaga generasi muda menangkal paham kekerasan.
Namun, lanjut Irjen Pol Wawan, hari ini generasi muda kita tidak hanya belajar di dalam kelas, mereka juga belajar di ruang-ruang digital. Internet dan Medsos menjadi penyaluran paham kekerasan.
"Kami menyelenggarakan pelatihan Literasi Digital ini ada 3 pesan yang mau disampaikan, pertama, jadilah teladan karena anak lebih banyak meniru daripada mendengar. Kedua, jadilah pendengar yang baik dan ketiga, jadilah produsen pesan positif bukan sekadar menerima informasi mengajar dengan bahasa sederhana dan dekat dengan siswa,"jelasnya.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso dalam paparannya menjelaskan, hari ini kita sedang mempersiapkan generasi muda kita untuk memenangkan peperangan digital. Apa yg terjadi di ruang digital saat ini, menjadi ruang berperang hegemoni pemikiran.
"Ada 2 cara menaklukkan negara lain pertana dengan dominasi dan kedua dengan hegemoni menguasai cara berpikir negara lain. Bukan perang fisik, melalui perang informasi, perang opini bisa menaklukkan negara lain. Perang bisa terjadi di gadget kita, di ruang tamu bahkan di kamar anak kita,"jelasnya.
Sementara, Ketua FKPT Sumut, Prof, Dr Arifuddin Muda Harahap dalam sambutan singkatnya menjelaskan kegiatan pelatihan Literasi Digital yang diselenggarakan hari ini semuanya untuk generasi Sumut dan Indonesia.
(YY)