Operasi Senyap di Selat Malaka: Kapal Tanker MT Global 168 Diduga Muat 2 Ton Lebih Sabu Digiring ke Belawan

Operasi Senyap di Selat Malaka: Kapal Tanker MT Global 168 Diduga Muat 2 Ton Lebih Sabu Digiring ke Belawan
Operasi Senyap di Selat Malaka: Kapal Tanker MT Global 168 Diduga Muat 2 Ton Lebih Sabu Digiring ke Belawan (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - Perairan strategis Selat Malaka kembali menjadi saksi bisu pengungkapan kasus kejahatan narkotika jaringan internasional berskala raksasa.

Dalam sebuah operasi gabungan yang menegangkan, tim dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai berhasil mencegat serta mengamankan sebuah kapal tanker, MT Global 168, yang diduga kuat menjadi "benteng terapung" penyelundupan sabu-sabu dalam jumlah fantastis.

Detik-detik penyergapan berlangsung di tengah laut saat kapal tanker tersebut sedang melaju di kawasan perairan Selat Malaka. Usai pemeriksaan awal yang dilakukan secara ketat di tengah laut, kapal raksasa tersebut langsung digiring menuju daratan.

Suasana di dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, berubah mencekam pada Rabu siang (21/10). Puluhan personel gabungan berpakaian lengkap dan bersenjata api laras panjang tampak bersiaga penuh mengawal detik-detik bersandarnya kapal MT Global 168.

Meski aparat penegak hukum masih menutup rapat rincian resmi, desas-desus dan informasi yang dihimpun di sekitar Pelabuhan Belawan menyebutkan angka yang sangat mencemaskan.

Kapal tanker tersebut disinyalir membawa dua hingga tiga ton sabu-sabu yang siap digelontorkan masuk menembus benteng pertahanan Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih merahasiakan detail kronologi perburuan di tengah laut, termasuk jumlah Anak Buah Kapal (ABK) yang turut diamankan dalam operasi senyap ini.

Pengamanan kapal tanker bermuatan barang haram tersebut dibenarkan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aditya S.P. Sembiring. Ia memastikan bahwa kapal MT Global 168 saat ini sudah berada dalam pengawasan ketat petugas di Belawan.

"Iya benar, sudah sandar. Nanti untuk lebih lengkapnya rencana dirilis hari Jumat ya," ungkap AKBP Aditya singkat saat dikonfirmasi, Rabu sore.

Konferensi pers berskala besar dijadwalkan akan digelar pada Jumat (23/10) mendatang. Kasus ini menjadi perhatian amat serius hingga direncanakan bakal dipimpin langsung oleh Kapolri.

Mengenai lokasi rilis resmi, pihak kepolisian masih mempertimbangkan apakah akan digelar di Markas Polda Sumatera Utara (Mapoldasu) atau langsung di lokasi bersandarnya kapal di Pelabuhan Belawan.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi