Oleh : T.Alkisah Led. KUALA INDAH adalah salah satu dari 20 desa dan kelurahan di Kecamatan Sei Suka Batubara. Secara geografis desa ini memang berada di pinggir Kuala. Dan Kuala itulah konon yang ditemukan oleh perantau dari Pagaruyung Sumatera Barat pada 1800. Karena penemu tersebut bermarga Tanjung, yaitu, Datuk Umar Palengki, maka Kuala tersebut dinamakan Kuala Tanjung.
Malah sungai yang berasal dari Simalugun, hulunya bernama Bahbolon, di hilir Sungai Tanjung. Itulah sungai yang melintasi jembatan Indrapura Kecamatan Air Putih.
Apa kaitannya dengan Kuala Indah? Jawabnya “Pemekaran”. Bersama beberapa desa lain yang potensial, Kuala Tanjung dimekarkan. Kawasan Kuala Tanjung awal yang kini menjadi lokasi Pabrik Peleburan Aluminium PT Inalum menjadi Kuala Indah.
Di desa baru inilah terdapat satu unit meriam kuno peninggalan sejarah, kerajaan dahulu sebelum negeri ini merdeka. Oleh warga, meriam tersebut tetap dijaga secara baik. Selain sebagai kenang-kenangan, sekaligus obyek wisata bagi mereka yang berkunjung.
Kepala Desa (Kades) Kuala Indah Matsyah menjelaskan Sabtu (24/l), pada setiap hari Minggu, jumlah wisatawan yang berkunjung lumayan banyak.
Selain melihat meriam kuno itu, para wisatawan juga bertamasya ke Pantai Datuk yang juga dalam kawasan Desa Kuala Indah. Bedanya hanya letak kawasannya.
Dari pusat Pemerintahan desa (Pemdes) Kuala Indah ke Pantai Datuk sekitar satu setengah kilometer arah Selatan atau Perupuk. Setelah melintasi jembatan Sei Besar, baru ke kiri dan akhirnya sampai di Pantai Datuk.
Menurut Matsyah, kondisi Pantai Datuk saat ini biasa-biasa saja. Belum ada yang istimewa. Padahal animo wisatawan berkunjung lumyan.
Karena itu dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) baru-baru ini, Kuala Indah mengusulkan berbagai hal terkait pemanfaatan dua obyek wisata desanya itu.
Usulan utama, peningkatan kualitas badan jalan. Apapun ceritanya kondisi badan jalan harus baik dan mudah dilalui. Kalau dalam mobil atau sepeda motor sama dengan naik perahu di lautan, penumpang pasti kecewa.
Demikian juga pembenahan pantainya. Misalnya penyediaaan tempat istirahat, salat dan makan meskipun hanya sekadar gubuk tidak menjadi masalah.
Mudah-mudahan hasil Musrenbang Kuala Indah itu diterima di tingkat kecamatan dan kemudian oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batubara untuk diusulkan menjadi proyek APBD.
Bila usulan tersebut diterima dan meriam bersama Pantai Datuk benar-benar menjadi obyek wisata, dia yakin, pendapatan ke kas desa dan daerah akan meningkat.
Selain sarana infrastruktur jalan yang harus dibenahi, di Kuala Indah kini terdapat beberapa unit sekolah tingkat dasar. Termasuk SD Negeri dan Madrasah
Luas desa cukup signifikan. Malah sebenarnya, satu-satunya Perusahaan Modal Asing (PMA) di Batubara yang kini memasuki usia sembilan tahun, hanya ada di Kuala Indah.
Itulah Pabrik Semen, Gunung Pantara Barisan yang kini konon bergabung dengan PT Andalas. Itulah Kuala Indah, kini boleh dikata memperlihatkan kemajuannya.
Tidak kalah dengan desa lainnya. Khususnaya yang sama mekarnya. Meski berbagai suku dan etnis, penduduknya hidup dalam keadaan rukun dan damai tanpa pernah bersentuhan atau berkelahi.
Kondisi yang kondusif tersebut akan terus dijaga dan dipertahankan agar pembangunan berjalan lancar seperti diharapkan, ujar Kades Kuala Indah Matsyah. Mudah-mudahan!










