Oleh: Alhoi Lesley Davidson.
KITA sering mendengar bayi lahir dengan jantung bocor. Tentu kita membayangkan pastinya anak ini akan lemah dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti anak lain seusianya. Apakah itu jantung bocor dalam istilah medis? Bagaimana bocornya?
Istilah medis dari penyakit tersebut adalah Tetralogi of Fallot, yaitu penyakit kongenital pada jantung yang dibawa sejak lahir. Dari namanya tetralogi menandakan bahwa ada 4 tanda dalam penyakit ini, yakni:
1. Defek Septum Ventrikel (VSD) yaitu adanya celah pada sekat antara kedua rongga ventrikel (bilik) jantung
2. Stenosis katup pulmonal terjadi karena penyempitan klep pembuluh darah yang keluar dari bilik kanan menuju paru, bagian otot di bawah klep juga menebal dan menimbulkan penyempitan
3. Aorta overriding di mana pembuluh darah utama yang keluar dari ventrikel kiri menekan sekat bilik, sehingga terlihat seperti aorta keluar dari ventrikel kanan
4. Hipertropi Ventrikel kanan atau penebalan otot di ventrikel kanan karena peningkatan tekanan di ventrikel akibat penyempitan katup pulmonal
Penyakit ini cukup banyak dijumpai yaitu sekitar 3 dari 10.000 angka kelahiran, dan merupakan penyebab utama sianosis (biru karena kekurangan oksigen) pada pasien usia neonatus (0-28 hari pasca lahir ). Dari ke 4 tanda penyakit ini yang paling sering dijumpai adalah defek septum vebtrikel dan stenosis pulmonalis.
Pemyebab Penyakit Ini Dipengaruhi Oleh Banyak Faktor:
1. Faktor Genetik
Anomali kromosom yang berhubungan dengan ToF dapat berupa trisomi 21, 18, dan 13, serta mikrodelesi dari kromosom 22. Pasien yang mengalami gangguan pada kromosom seperti sindrom down lebih beresiko tetapi bisa juga terjadi pada anak dengan kromosom normal tetapi dengan persentase yang lebih sedikit.
2. Faktor Kehamilan
Ibu yang pada saat hamil mengalami penyakit infeksi ( seperti rubella, varicella, dan lain-lain) atau mengalami gangguan metabolisme (fenilketonuria)bisa mengakibatkan gangguan pada bayi yang dikandungnya. Konsumsi asam retinoat ( Vit A) pada trimester pertama diduga dapat mengakibatkan janin lahir dengan ToF.
3. Faktor Gizi Bayi dan Ibu
Ibu yang malnutrisi (kurang gizi) akan beresiko melahirkan anak dengan berat badan rendah (BBLR) sehingga anak akan mengalami gangguan saat proses pertumbuhan saat masih janin.
4. Gaya Hidup
Ibu yang alkoholik dan merokok lebih beresiko melahirkan bayi dengan ToF
5. Usia Hamil di Atas 40 Tahun
Usia kehamilan yang lebih dari 40 tahun cenderung mengalami gangguan kehamilan
6. Ibu Mengalami Diabetes
Bagaimana kelainan itu bisa terjadi?
Kelainan ini sudah terjadi saat bayi masih dalam kandungan, yaitu dari awal terbentuknya tuba. Ada 2 bagian tuba, yaitu trunkus arteriosus dan bulbus kordis yang berkembang menuju satu sama lainnya. Trunkus arteriosus akan mengalami perputaran 1800 dan tumbuh ke arah bawah, menuju bulbus kordis dan akan memisahkan aorta dengan arteri pulmonal tetapi pada ToF terjadi deviasi ke arah depan. Deviasi ini juga akan mengakibatkan pembentukan lubang septum ventrikuler serta pembentukan jaringan fibrosa (jaringan ikat) yang gagal mengalami muskularisasi (pembentukan otot). Pembentukan jaringan tadi juga mengakibatkan adanya defek septum ventrikel dengan gangguan aligment dan menyebabkan munculnya Overriding aorta. Hipertropi miokardium vetrikel kanan merupakan konsekuensi hemodinamik akibat adanya lesi yang disebabkan oleh deviasi lubang septum.
Kenapa bayi kelainan jantung ini bisa membiru? Hal ini terjadi karena darah yang masuk ke jantung tidak disalurkan ke paru sehingga darah tidak mengalami oksigenasi dimana secara normal darah dari tubuh akan masuk ke jantung dari jantung akan dibawa ke paru untuk dioksigenasi dan melepaskan karbon dioksida setelah itu akan dikembalikan ke jantung baru diedarkan ke seluruh tubuh.
Pada penderita ToF darah sulit untuk dibawa ke paru karena adanya gangguan pada katub pulmonal dan adanya celah antara kedua bilih jantung kanan (terisi darah dengan karbon dioksida tinggi) dengan bilik jantung kiri (terisi darah kaya akan oksigen) mengakibatkan darah menjadi tercampur sehingga kadar oksigen darah akan sedikit untuk diedarkan ke tubuh sehingga tubuh mengalami sianosis (membiru)
Stadium pada ToF ini ada 4, yaitu:
1. Stadium I, tidak membiru, kemampuan kerja normal
2. Stadium II, membiru waktu kerja, kemampuan kerja kurang
3. Stadium III, membiru walau istirahat, kuku keunguan, waktu kerja membiru bertambah, dan ada sesak nafas
4. Stadium IV, membiru dan sesak nafas saat istirahat dan ada jari tabuh.
Pemeriksaan Yang Diperlukan Adalah:
1. Pemeriksaan fisik jantung oleh dokter
a. Bising sistolik keras nada rendah pada sela iga linea parasternalis kiri/VSD
b. Bising sistolik nada sedang, bentuk fusiform, amplitudo maksimum pada akhir sistole berakhir dekat S2 pada selai iga 2-3 linea parasternalis kiri ( stenosis pulmonalis)
c. Stenosis pulmonalis ringan: bising kedua lebih keras dengan amplitudo maksimum pada akhir sistole, S2 kembar
d. Stenosis Pulmonalis berat: bising lemah, terdengar pada permulaan sistole, S2 keras, tunggal, kadang terdengar bising kontinyu pada punggung (pembuluh darah Kolateral)
2. Elektrokardiografi
Pada pemeriksaan ini dapat ditemukan right axis deviationmenandakan adanya ToF dengan sianosis. Pada pasien asianosis, umumnya aksis ORS normal. Pembesaran otot jantung juga bisa ditemukan dari pemeriksaan ini
3. Pemeriksaan foto dada
Pada paru ditemukan gambaran pembuluh darah yang sedikit, diameter pembuluh darah halus kecil, tampak cekungan pulmonal ( karena arteri pulmonalis dan cabang-cabangnya hipoplasi)
Pada jantung ditemukan arkus kosta 75% di kiri dan 25% di kanan. Tampak prominen, besar jantung normal, apeks jantung agak terangkat ke kranial. Pada tulang rusuk (kosta) tampah gambaran erosi bila ada sirkulasi kolateral
Bagaimana Menangani Pasien Tof Ini ?
Sebagian besar pasien dengan ToF ini harus menjalani operasi oleh dokter bedah thorak-kardiovaskuler untuk mencapai kesembuhan. Ada sebagian pasien yang sembuh dan bisa melakukan aktvitas dengan normal tetapi sebagian tidak demikian.
Terapi obat yang biasa diberikan saat anak mengalami biru adalah propanolol oral dengan dosis 0,5-1,5 mg/kg tiap 6 jam dan disertai pemberian oksigen.
Penyakit ini merupakan penyakit bawaan lahir yang cukup berbahaya, seperti kita ketahui jantung lah yang merupakan kunci utama kehidupan, bila jantung berhenti berdetak itu menandakan manusia itu telah tiada.
Oleh sebab itu kita harus menjaga kesehatan kita dan untuk ibu hamil sebaiknya jauhi gaya hidup yang buruk dan melakukan diet yang cukup nutrisi sehingga janin dalam kandungan akan berkembang dengan baik.
Untuk para suami yang merokok juga jangan merokok didekat istri anda yang melahirkan karena seperti yang kita ketahui asap rokok juga berbahaya bagi istri dan janin yang dikandungnya. Merokok pasif lebih berbahaya dari pada aktif.
Sebaiknya merokok lah pada tempat yang tersedia dan berada di ruang bebas udara.
(Penulis adalah mahasiswa FK-UNPRI)











