Tabrakan Maut, Sekeluarga Tewas

Sidikalang, (Analisa). Peristiwa tragis menimpa keluarga Barita Togatorop (45) warga Villa Nusa Indah, Bojong Kulur Bogor Propinsi Jawa Barat.

Hari pertama pasca Idulfitri atau bertepatan libur panjang, kepala rumah tangga ini tewas bersama sang istri Ronny Sia­nipar (39) dan putra tunggal Kevin Yosua Togatorop (18) di ruas jalan nasional di Lae Pondom Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, Sabtu (18/7).

Kendaraan tumpangan me­reka jenis Avanza bernomor polisi BK 1322 QB terlibat tabrakan maut kontra minibus, berjarak sekitar 1,5 kilomter dari simpang Tanjung Beringin. Ronny dikabarkan terpental ke badan jalan sementara Barita dan Kevin terjepit di mobil.

Saksi mata, Rahman Ma­nullang pengu­saha apotik tinggal di Laguboti Kabupaten Toba Samosir mengatakan, sebelum kejadian, roda Avanza terpinggir ke beram jalan. Agar kembali ke jalur normal, terpaksa banting setir ke kanan.

Kendaraan itu bergerak dari arah Sumbul. Dan pada saat bersamaan, sebuah minibus melaju kencang dari arah ber­la­wanan hingga menghantam bagian ka­nan roda 4 berukuran kecil itu.

Avanza tercampak ke parit se­mentara minibus kehilangan kendali dan masuk saluran drainase berukuran besar.

Rahman menjelaskan, berada pada lapis ke 5 di belakang minibus. Benturan terdengar keras sekali. Dia masih sempat mendengar rintihan Barita bersuara minta tolong. Beberapa menit kemudian, warga sekitar dan polisi meluncur memberi pertolongan. Fisik Avanza tampak ringsek kehi­langan bentuk.

M Silaban keluarga korban mengatakan, sehari sebelumnya (Jumat 17/7), keluarga dimaksud menghadiri upacara pernikahan putra Silaban di Siborong-borong.

Seyogianya perantau ber­badan tambun itu hendak me­ngikuti acara ulang tahun ibunda Ronny di Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (20/7).

Silaban ditemui di pelataran kamar jenajah RSU Sidikalang menyebut, korban berangkat Sabtu siang dari kediamannya. Dia sudah menyarankan agar menempuh perjalanan via Sidi­kalang-Tigalingga-Kutabuluh hingga Kutacane.

Namun, masukan tak dipenuhi atau me­mi­lih lintasan Sumbul-Kabanjahe. Kare­na­nya, dia kaget begitu mendengar info duka.

Terpantau, jasad korban diurus sege­ra petugas medis. Pakaian yang tersedia di koper digantikan dengan kain berlumur darah. tiga mobil ambulans dike­rah­kan mengantar ke Sibandang Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara, kam­pung ha­laman Barita.

Kapolres AKBP Gidion Arif melalui Ka­­nit Lantas pada satuan Lalulintas, Ipda Tom­­bor Daniel Sakti Marbun membenarkan insiden mengerikan. Dari hasil olah TKP, roda Avanza diduga berada di luar ba­­­­dan jalan hingga sopir putar setir. Dari arah depan, mobil wisata lainnya melaju. Ka­­­la itu, jalan licin menyusul guyuran hujan.

Manurut Marbun, minibus baru saja meninggalkan Danau Toba di Desa Silalahi. Ren­cananya, rombongan hendak pulang ke Tigabaru Kecamatan Pegagan Hilir. 5 penumpang menderita luka ri­ngan. Sopir marga Lingga telah dimintai keterangan. Kedua armada sudah diamankan. (ssr/dp)

()

Baca Juga

Rekomendasi