Tingkatkan Kualitas Hidup

Klinik Rasyida Sambung Rasa dengan Pasien

Medan, (Analisa). Untuk meningkatkan kualitas hidup para pasien cuci darah, Klinik Rasyida me­­­laksanakan sambung rasa Program Pe­­mantauan dan Pening­katan Kualitas Hidup (P3KH) di Hotel Gra­nd Serela, Mi­ng­gu (27/9).

Kegiatan yang diikuti seluruh pasien maupun keluarganya itu diharapkan sema­kin mengeratkan hubungan antara pasien dengan pihak klinik yang rutin melayani setiap mereka cuci darah.

“Tujuan kegiatan yang diseleng­garakan dua kali dalam setahun ini, selain untuk lebih mengeratkan kebersamaan antarpa­sien dan pe­tugas, juga sebagai wadah mem ­follow up keadaan pasien dengan pemerik­saan laboratorium bulan pertama, kedua dan ketiga ditambah dengan bio impedance analisis,” jelas Prof Harun Rasyid Lubis yang merupakan pemilik kli­nik kepada wartawan, Minggu (27/9).

Dengan kegiatan ini, lanjutnya, terbukti selain makin eratnya rasa tercipta antara satu sama lain, juga bisa dapat mening­kat­kan kua­litas hi­dup bagi para pasien. Me­reka berte­mu dan bersenda gurau baik se­s­ama pasien, keluarga pasien maupun de­ngan petugas. Kondisi ini, akan mening­katkan kualitas hidup, karena mereka pastinya melupakan jika mereka itu pasien cuci darah.

“Meski sakit dan men­jalani pera­watan, pasien harus tetap optimis dan harus tetap bisa menjalankan fungsinya dalam beru­mah­tangga dan di tengah masyarakat. Apa­kah fungsinya sebagai suami, sebagai istri atau lainnya,” paparnya sembari menam­bah­kan sampai sekarang jumlah pasien cu­ci darah di Klinik Rasyida sebanyak 220 orang lebih.

Intinya, sambungnya, meski cuci darah, pasien itu harus tahu bersikap dalam hidup se­­hari-hari, seperti menjaga makanan, ola­h­­raga, minum obat-obatan. Secara pe­rio­dik juga perlu melakukan peme­rik­saan darah, pemeriksaan kecukupan dia­lisis apa­kah adekuat atau tidak. “Perlu juga dilakukan pemeriksaan jangka panjang seperti jantung, stroke, pem­buluh darah dan tulang,’ jelasnya.

Ketua Panitia yang juga Wadir Klinik Rasyida dr Syaiful Sitompul menambah­kan, sambung rasa itu dihadiri ratusan orang yang meru­pakan pasien cuci darah di Klinik Rasyida yang didampingi keluar­ga­nya. “Inilah wadah untuk saling me­ngeratkan hubungan sesama pasien karena seperti merasa sepe­nang­gungan satu sama lain,” ujar­nya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Us­ma Polita yang turut hadir mengapr­e­siasi kegiatan yang diga­gas Harun Al Rasyid. “Saya merasa bangga per­­temuan ini dilaksanakan untuk me­nyam­­bungkan rasa antar­pasien dengan pi­hak klinik. Atas nama Pemko Medan, kita menga­presiasi,” jelasnya dan berharap ke depan, klinik tersebut dapat menjadi rumah sakit spesialis ginjal dan hati.

Kristina salah seorang pasien cuci darah sangat mengapresasi kegiatan yang dise­le­nggarakan Harun Rasyid Lubis itu. “Acaranya keren. Terkait informasi tentang ginjal yang disam­paikan pada acara itu gampang dipa­hami,” ujarnya yang sehari-hari tercatat sebagai pegawai Pemprovsu ini.

Dijelaskannya, sosok Harun meru­pa­kan dokter yang sangat disayangi pasien, perhatian dan memberikan pelaya­nan mak­­simal kepada semua pasiennya. “Ja­rang ada dokter seperti dr Harun itu. Kalau pasien cuci darah, dia sering visit dan me­nanyai kondisi pasien dan sangat teliti sekali orangnya,” pujinya.

Dalam acara itu, pera­wat menya­jikan berbagai tarian gem­bira hingga yang kocak sehingga mem­­buat riuh suasana. Beberapa pasien juga ambil bagian dalam festival mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis yang ada di Sumatera Utara, di antaranya, Karo, Mandailing, Melayu dan lainnya. (mc)

()

Baca Juga

Rekomendasi