Utema Silan:

Hindari Pemakaian Zat Kimia

Medan, (Analisa). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dengan pemanfaatan agens hayati berpotensi mengurangi ketergantun­g­an pada pestisida kimia sintetik. Se­hingga sistem pertanian berkelanjutan ramah lingkungan dapat diperta­han­kan. Demikian dikatakan Pelaksana Ke­­lompok Kerja Holtikultura Dinas Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Dinas Pertanian Sumut, Utema Silan di Medan, baru-baru ini.

Menurutnya, salah satu agens hayati telah dikembangkan di Laboratorium PHT dan Laboratorium Agens Hayati Medan Johor pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD-BPTPH) Medan adalah Tricoderma spp. Trichoderma spp, lanjutnya, dapat berkembang cepat dan mempunyai daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan.

Cendawan ini merupakan jamur imperpecti yang dapat ditemukan pada hampir semua lahan pertanian, perke­bunan serta kehutanan. Pada tahap miselium, jamur memiliki kemampuan untuk tumbuh pada miselium jamur lain. Melilit hifa melalui reaksi yang dijembatani oleh lektin dan meng­han­curkan sel patogen sasarannya.

Trichoderma spp merupakan cen­­da­wan yang bersifat antagonis terhadap beberapa patogen tular tanah penyebab pe­nyakit pada tanaman yang dibudi­da­yakan seperti, fusarium sp dan saprofit di dalam tanah agak masam dengan tingkat pertumbuhan sangat cepat.

Mekanisme antagonistik cendawan trichoderma spp terjadi melalui kom­petisi, antibiosis dan hiperparasitisme. Sifatnya meliputi 4 tipe, yakni, meng­hasilkan sejumlah enzyme ekstra­seluler, glukanase dan kitinase yang berfungsi melarutkan dinding sel patogen.

Menghasilkan toksin trichodermin bila jamur hidup pada tanaman hidup dan bahan yang mengurai dapat menghambat pertumbuhan patogen di sekitarnya. Selanjutnya, aktivitas me­tabolik hifa yang tinggi pada bahan or­ganik dapat menyerang dan meng­han­­curkan propagul patogen di se­ki­tarnya.

Di samping itu, juga menghasilkan antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit rebah kecamba. Sementara itu, lanjut Utema, manfaat Trichoderma spp banyak terdapat di tanah dan berkembang secara saprofitik pada bahan organik dari pelapukan tanaman. Jamur ini berfungsi sebagai penghambat timbulnya toksin atau racun yang dikeluarkan oleh patogen penyebab penyakit tanaman.

Trichoderma spp mempunyai kemampuan tinggi mengendalikan penyakit layu dan bercak daun yang menyerang tanaman pada fase pem­bibitan atau di lahan pertanaman. Manfaat lain dari jamur trichoderma spp, membuat tanaman lebih vigor, meningkatkan ketahanan tanaman dari serangan patogen terutama tular tanah (soil borne), meningkatkan perkem­bang­an akar, berfungsi sebagai de­kom­poser yang dapat memperbaiki ke­suburan tanah, menyediakan hara yang lebih berimbang dan meng­ha­dirkan senyawa zat pengatur tumbuh (growth stimullant). Sedangkan manfaat lainnya yang paling berharga dari aktivitas cendawan trichoderma spp, menjaga keseimbangan ekologis, menciptakan keharmonisan interaksi diantara komponen ekosistem yang ada di lahan pertanian, mengurangi penggunaan asupan kimia beracun (agrochemical) dan bebas dari kan­dung­an organisme pengganggu ta­naman (OPT) dan kandungan residu kimia berbahaya bagi kesehatan.

Trichoderma spp cocok digunakan untuk mengendalikan penyakit-penyakit pada tanaman holtikultura seperti, pisang, cabai, tomat, terong, semangka, timun, kubis, jeruk dan lainnya. Sangat baik juga untuk tanaman pangan seperti, kacang tanah, kedele, ubi kayu dan jagung, serta un­tuk tanaman perkebunan seperti, kakao, karet, kelapa sawit dan tem­bakau. Ditanya mengenai produk trichoderma spp yang dapat dengan mudah diper­oleh para petani, Utema Silan me­nga­takan, banyak sekali produk sejenis yang mengandung jamur trichoderma spp, antara lain Tricho Zia 1.0 WS.

Biofungsida Tricho Zia 1.0 WS mengandung trichoderma harzianium yang dilengkapi dengan mikroba tanah dan memiliki keunggulan mengen­dalikan penyakit dalam tanah, juga sebagai perubah tanah, dekomposer, pelarut phospat, penambat nitrogen, phytohormon dan growth stimultan (pemacu pertumbuhan).

Produk Trichozia 1.0 WS ataupun sejenisnya, memiliki keunggulan luas dalam mengendalikan berbagai penya­kit pada semua jenis tanaman seperti, layu fusarium, jamur akar, busuk akar, dan busuk pangkal batang, sehingga siap menghadapi tantangan serangan patogen dalam tanah juga sebagai perubah tanah pada konsisi yang jelek menjadi lebih baik.

"Kita sangat menganjurkan para petani untuk menghindari zat kimia berbahaya dan beralih ke biofungsida yang aman bagi lingkungan dan ke­sehatan", ujarnya sembari menun­jukkan contoh produk Tricho Zia 1.0 WS, salah satu produk pertanian, per­kebunan dan kehutanan berupa bio­fungsida yang mengandung tricho­derma spp dan sangat dianjurkan peng­gunaannya. (rel/msm)

()

Baca Juga

Rekomendasi