Historical Perkenalkan Sejarah Langsa kepada Pelajar

Langsa, (Analisa). Komunitas Historical Sumatera Utara bersama SMA Al-Hikmah Marelan, menggelar tour sejarah ke Kota Langsa, baru-baru ini. Kegiatan ini, untuk memperkenalkan sejarah Kota Langsa kepada pelajar.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian studi lapangan, dan bertemakan 'Tour Sejarah Kota Kolonial Langsa: Kenali Sejarahnya, Cintai Alamnya,'. Sebanyak 276 siswa-siswi beserta guru dan anggota Komunitas Historical ikut dalam tur pengenalan sejarah Kota Langsa itu.

Dalam penjelasannya kepada pelajar, sejarawan Kota Langsa, Muhammad Zakir, menjelaskan tentang sejarah kota ini. Menurutnya, Langsa merupakan kota yang dibangun pemerintah kolonial Belanda untuk mengakomodasi kepentingan kapitalisme asing melalui penyelenggaraan industrialisasi di sektor perkebunan dan eksploitasi hasil bumi.

"Kota Langsa ini merupakan daerah pu­sat kota dan jaringan kereta api diba­ngun pada 1905, pelabuhan pada 1906, dan industri perkebunan karet dimulai sejak 1907. Langsa berkem­bang dalam tempo singkat,. Dalam dua de­kade saja, Lang­sa telah menjadi kota ter­besar nomor dua di Aceh setelah Ku­taraja," katanya.

Ketua Historical Sumut, Adam Zaki mengatakan, tujuan utama kedatangan mereka yakni membangun budaya kepedulian terhadap peninggalan-peninggalan sejarah kepada generasi muda.

"Melalui kegiatan seperti ini, belajar sejarah menjadi sangat menarik dan efektif karena anak-anak langsung belajar ke sumbernya. Inilah salah satu program unggulan kami," ucapnya.

Sedangkan koordinator perjalanan, Ahmad Muhajir, mengaku sangat berte­rimakasih kepada semua pihak yang me­ndukung kegiatan ini, di antaranya Wa­likota Langsa, Dinas Pariwisata, Di­nas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Perhubungan, masyarakat ser­ta anggota komunitas yang berada di Langsa.

Kepala Sekolah SMA Al-Hikmah Marelan, Nuriadi, menambahkan kegiatan seperti ini akan menambah pengetahuan siswanya dalam mengenal sejarah. "Kami menyerap banyak sekali pengetahuan untuk nantinya menjadi be­kal diskusi anak-anak kami di kelas. Kami juga berharap untuk ke depannya bisa kembali bekerjasama dengan Historical untuk mengunjungi kota-kota ber­­­sejarah lainnya di Aceh" ungkapnya.

Tempat-tempat sejarah yang dikunjungi para siswa-siswi tersebut yaitu, bangunan-bangunan bersejarah dan bekas-bekas lokasi bangunan bersejarah yang telah musnah, Lapangan Merdeka, Lapangan Belakang, Pendopo Walikota, Gedung Bale Juang, Kantor Pos, dan Kantor PLN.

Kemudian, Rumah Uleebalang, Asrama Batu, Kantor Pegadaian dan PDAM Tirta Kemuning Langsa, bekas kompleks stasiun kereta api dan lapangan tenis. Pada kegiatan itu para pelajar dibagi kelompok untuk melakukan observasi. (rel/wita)

()

Baca Juga

Rekomendasi