Jual Cilok, Bisnis Sampingan Bripka Toni

MESKI tercatat sebagai petugas kepolisian yang bertugas di Polda DIY, tak membuat Toni Purwanto (31) malu menjalankan bisnis berjualan cilok makanan khas Sunda.

Bintara berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) yang sehari-hari  berjualan di Jalan Raya Tajem Kilometer 2, tepat­nya di tepi jalan di depan BRI KCP Maguwo­harjo, Sleman ini, berdagang selepas pulang dari dinas.

Dengan menggunakan gero­bak kecil bertuliskan Cilok 86 Jogja Istimewa dia juga meleng­kapi gero­baknya itu dengan se­bu­ah payung lipat beru­kuran cu­kup besar dengan bera­ne­ka war­na. Sehingga menjadikan gero­bak ini terlindungi dari hujan dan panas.

Selain cilok, Tony yang bertu­gas di bagian humas di Polda DIY itu juga menjual bak­so pen­tol dan tahu bakso.

“Sejak bulan Maret lalu saya jualan. Setiap Senin-Sabtu mulai pukul 16.00 sampai habis sepu­lang dinas,” jelas Toni.

Usaha ini ditekuni karena dirinya suka memasak dan suka dengan cilok. Hampir setiap hari dia membeli cilok yang dijual pe­dagang keliling. Pe­nga­nan yang terbuat dari tepung yang diko­mbinasi dengan ikan ini telah me­narik perhatiannya. Dari situ­lah dia mencoba berpikir menga­pa untuk tidak membuat sendiri.

Ide inipun mendapat sambu­tan dari istri dan kedua anaknya. Usaha cilok akan dijalani sebagai usaha sam­ping­an.

Selain murah, jualan ini juga halal dan akan disukai masyarakat khu­susnya anak-anak dan pemuda. Usaha ini dijalani dengan memasak sen­­diri dan dibantu istri serta pem­bantunya.

Kini setiap hari dia mampu menjual hingga 2.000 cilok yang dijual dengan harga seribu dapat tiga. Sedangkan tahu bakso dan bakso pentol dijual Rp500. Sete­lah empat bulan berjalan, setiap hari omzetnya mencapai Rp.500 ribu.

“Saya jualan setelah pulang dinas dan sudah izin pimpinan. Prinsip tidak dilarang asal tidak mengganggu tugas sebagai po­lisi,” jelasnya.

Menurutnya, tidak semua pem­beli mengetahui dia adalah ang­gota polisi. Namun banyak pula yang menge­nalinya. Hal itu tidak membuatnya malu. Justru akan lebih mudah bergaul dengan masyarakat. Termasuk menso­sia­lisasikan program polisi, men­jaga keamanan sampai mendo­rong masya­rakat tertib berlalulin­tas.

“Kalau ada program polisi, saya kerap sosialisasikan. Bahkan meng­ingatkan pengendara agar memakai helm,” ujarnya. (okz)

()

Baca Juga

Rekomendasi