Anak Muda Diedukasi Berinternet Sehat dan Anti Ekstrimisme

Anak Muda Diedukasi Berinternet Sehat dan Anti Ekstrimisme
ToT Pemuda, Internet Sehat, dan Anti Ekstrimisme, di Kampus UINSU (Analisadaily/Jafar Wijaya)

Analisadaily (Medan) - The Lead Institute Universitas Paramadina kerja sama Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UINSU menggelar training of trainer (ToT) Pemuda, Internet Sehat, dan Anti Ekstrimisme, di Kampus UINSU, Jalan Willem Iskandar, Medan Estate.

Chairman The Lead Institute Universitas Paramadina, Phil Suratno mengatakan, mereka sebelumnya telah menggelar workshop dan kampanye publik di Jabodetabek dan Pulau Jawa. Orientasinya adalah pengetahuan dan kewaspadaan, bagaimana berinternet sehat dan menghindari konten ekstrimisme.

"Kami menyasar anak muda, siswa SMA, dan mahasiswa, agar punya kesadaran bagaimana berinternet sehat dan anti ekstrimisme," katanya, Kamis (12/12).

Untuk tahun ini mereka sengaja menggelar ToT sebagai lanjutan program sebelumnya, yakni aksi nyata. Pihaknya ingin muncul Duta Internet Sehat dan Anti Ekstrimisme dari kegiatan ini. Setelah kegiatan ini, nantinya peserta ToT akan diajak mengikuti Pesantren Camp.

"The Lead Institute Universitas Paramadina tidak ingin bekerja sendiri. Makanya kami datang ke Medan dan kerja sama Prodi Sosiologi Agama UIN Sumut," ucap alumnus Fakultas Antropologi, Universitas Frankfurt, Jerman itu.

Selain Medan, ada Mataram dan Madura yang juga menjadi daerah disasar gelaran ToT Pemuda, Internet Sehat, dan Anti Ekstrimisme. Dari riset mereka, tiga daerah ini dipilih karena rentan ekstrimisme.

"Medan kita punya beberapa kejadian, terakhir bom Polrestabes Medan. Sebelumnya ada bom di Sibolga. Di sini juga masih ditemukan sel-sel kelompok ekstrim, sama seperti Mataram. Di Sulawesi dan Jawa ada juga," jelasnya.

Menurut Phil Suratno, kehadiran internet membuat perubahan sosial di masyarakat. Termasuk juga penyebaran konten konservatisme, radikalisme, hingga ultra nasionalisme yang dapat memicu ekstrimisme.

"Radikalisasi online muncul dari eksistensi internet. Ini berbahaya karena literasi masyarakat kita masih rendah. Kita coba bersama-sama masyarakat untuk menghempang itu lewat program ini. Potensi ekstrimisme ini ada dari internet," ucapnya.

Wakil Dekan I FIS UINSU, Dr Muhammad Dalimunte mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi sejalan dengan UINSU kekinian. Diharapkan dengan ToT ini, peserta dapat menularkan kemampuan literasi di internet.

"Jadi, orang tidak akan mudah terpengaruh isu negatif dan isu itu tidak pernah ada," ungkapnya.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi