Dua Tahun Terkatung-katung, Proyek Penanganan Longsor di Dairi Berujung Mangkrak (Analisadaily/Sarifuddin Siregar)
Analisadaily.com, Sidikalang - Proyek penanganan longsor di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, diterlantarkan, Jumat (19/6).
Lokasi proyek berada di ruas jalan propinsi menghubungkan Desa Sumbul Tengah, Kecamatan Tigalingga – Tiga Baru, Kecamatan Pegagan Hilir.
Seorang warga menyebut, longsor terjadi tahun 2022. Badan jalan putus. Agar kendaraan bisa lewat, terpaksa jalur dialihkan mempergunakan rangkaian darurat berupa batang kelapa.
“Perbaikan dilakukan pemerintah tahun 2024 berbiaya Rp1,9 milliar. Namun, terkatung-katung sampai sekarang. Tidak rampung,” kata warga.
Penduduk menyebut, mempertanyakan tidak lanjut kegiatan. Sebab, sudah jelang 2 tahun, konstruksi tidak diselesaikan.
Anggota DPRD Sumut, Alfriansah Ujung mengatakan, akan mencari tahu info itu. Apakah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Dinas Jalan Jembatan.
“Saya cari tahu dulu infonya, lembaga mana mengelola kegiatan,” kata Alfri.
Dia menyebut, menaruh atensi tinggi terkait kerusakan jalan di bawah kewenangan gubernur tersebut. Ia mengakui, akses di sana hancur.
(SSR/RZD)