Perburuan Satwa Dilindungi Semakin Marak

Orangutan Sumatera di Ambang Kepunahan

Orangutan Sumatera di Ambang Kepunahan
Orangutan Sumatera (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Perburuan dan perdagangan satwa dilindungi semakin marak dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan satwa dilindungi seperti Orangutan Sumatera kini sudah di ambang kepunahan akibat maraknya perburuan liar.

Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) setiap tahun menyita 15 ekor Orangutan yang dipelihara masyarakat maupun hasil perburuan.

"Perburuan harus dihentikan karena sekecil apapun perburuan terhadap Orangutan akan mengganggu populasi Orangutan," kata Direktur YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo, Selasa (14/1).

Panut mengungkapkan bahwa Kota Medan yang tidak jauh dari habitat asli satwa langka kerap dijadikan sebagai pusat perdagangan satwa liar.

"Kita melihat, ini menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk benar-benar menjaga satwa khususnya Orangutan," imbaunya.

Panut berharap peran optimal seluruh pihak mulai dari pemerintah, penegak hukum dan masyarakat dalam upaya pencegahan perburuan terhadap satwa.

"Tak hanya itu, penegakan hukum juga dinilai dapat menjadi langkah untuk memberikan efek jera kepada pelaku yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

"Mengentaskan proses hukum bisa menjadi preseden yang baik untuk bisa memberikan efek jera kepada para pelaku," ungkap Panut.

Sebelumnya Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) telah mengamankan dua bayi Orangutan dari rumah seorang warga di Kabupaten Langkat. Rencananya bayi Orangutan itu akan diperjualbelikan melalui media sosial.

(JW/EAL)

Baca Juga