Presiden Jokowi Serahkan 2.576 Sertifikat Tanah di Aceh

Presiden Jokowi Serahkan 2.576 Sertifikat Tanah di Aceh
Presiden Jokowi didampingi Menteri ATR, Sofyan Djalil, saat menyerahkan ribuan sertifikat tanah di Kabupaten Bireuen, Sabtu (22/2) (Analisadaily/Muhammad Saman)

Analisadaily.com, Bireuen - Sebanyak 2.576 pemilik tanah dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh memperoleh sertifikat atas tanah yang mereka miliki.

Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung ribuan sertifikat tanah tersebut di Lapangan Futsal Galacticos Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, Sabtu (22/2), sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh.

Turut hadir dalam penyerahan itu Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Sertifikat yang diserahkan untuk penerima dari Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Bener Meriah.

"Setiap saya pergi ke desa, setiap saya pergi ke kampung, selalu disampaikan soal sengketa tanah. Kenapa itu terjadi? Karena rakyat tidak pegang sertifikat. Tanahnya ada, sertifikatnya enggak ada. Ini konflik sengketa lahan dimulai dari situ," ujar Presiden.

Presiden melanjutkan, dahulu hanya sekitar 500 ribu sertifikat yang dapat diterbitkan tiap tahunnya. Padahal masyarakat yang belum memiliki sertifikat masih sangat banyak. Akibatnya sengketa-sengketa sebagaimana yang disebutkannya sering terjadi.

"Memang di seluruh Indonesia ini harusnya yang pegang sertifikat itu ada 126 juta, tetapi di 2015 yang pegang baru 46 juta. Artinya masih ada 80 juta yang belum pegang sertifikat. Itu kenapa sengketa di mana-mana," ucapnya.

Berangkat dari hal tersebut, pada 2017 Presiden Jokowi memberikan target sebanyak 5 juta sertifikat harus diterbitkan. Setahun setelahnya, target tersebut meningkat menjadi 7 juta dan selanjutnya kembali meningkat menjadi 9 juta sertifikat.

Dengan adanya percepatan penerbitan dan penyerahan sertifikat seperti sekarang ini, Presiden berharap agar sengketa-sengketa terkait pertanahan di masyarakat dapat dihindari.

Selain itu Presiden Jokowi juga berharap sertifikat yang diterima masyarakat itu dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik untuk kebutuhan sendiri maupun keluarga.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil, menyampaikan di Provinsi Aceh diperkirakan terdapat kurang lebih 3,2 juta bidang tanah. Dari jumlah tersebut, baru 1,2 juta bidang tanah yang telah bersertifikat.

"Sesuai petunjuk Bapak Presiden kita akan upayakan seperti di daerah lain agar seluruh tanah di Aceh akan kita daftarkan paling lambat tahun 2024," kata Sofyan.

(MHD/EAL)

Baca Juga