Update COVID-19 di Indonesia 5 Mei 2020: Sebanyak 243 Pasien Sembuh

Update COVID-19 di Indonesia 5 Mei 2020: Sebanyak 243 Pasien Sembuh
Petugas medis berada di ruangan laboratorium saat peresmian alat deteksi Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh di Desa Siron, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/4/2020). (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Analisadaily.com, Jakarta - Kabar baik datang terkait perkembangan kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia. Pada hari ini, Selasa (5/5), ada 243 pasien yang sembuh dan negatif dari COVID-19.

Berdasarkan informasi diperoleh Analisadaily.com dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19, hingga saat ini jumlah total pasien yang sembuh sudah mencapai 2.197 orang. Sedangkan jumlah pasien positif COVID-19 bertambah 484 orang. Total pasien positif COVID-19 saat ini 12.071.

Penambahan juga terjadi pada pasien yang meninggal dunia yakni bertambah 8 orang. Total jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 adalah 872 orang.

Sebelumnya Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan saat ini ada tiga metode pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terkait COVID-19.

Ketiga pemeriksaan yaitu, Real Time-PCR yang merupakan standar utama dengan sensitifitas dan spesifisitas hingga 95 persen, tes cepat molekuler yang juga memiliki sensitifitas dan spesifisitas 95 persen, serta rapid test berbasis antibodi dengan sensitifitas dan spesifitas 60-80 persen.

"Untuk mengetahui virus ada di mana kita perlu melakukan testing menggunakan alat dan proses tertentu, diambil sampelnya dari manusia yang terpapar," kata Wiku dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Untuk tes RT-PCR, pemerintah Indonesia sudah menunjuk 46 laboratorium di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas tes dengan target 10 ribu pengujian sampel per hari. Pemeriksaan tes cepat molekuler sebenarnya sudah bisa dilakukan di seluruh Indonesia, namun terkendala pada ketersediaan cartridge khusus COVID-19 yang saat ini sulit didapat karena seluruh dunia membutuhkan.

Sedangkan yang banyak dikenal oleh masyarakat adalah tes cepat berbasis antibodi yang digunakan sebagai skrining status COVID-19 pada masyarakat yang diduga terpapar virus. Tes cepat berbasis antibodi ini perlu diikuti oleh pemeriksaan RT-PCR untuk mengonfirmasi apabila seseorang diketahui positif terjangkit COVID-19.

"Tes cepat berbasis antibodi memiliki keunggulan yang dapat mengetahui hasil dalam kurun waktu 15-20 menit, namun memiliki kelemahan dari sisi sensitifitas dan spesifitasnya yang rendah," ujarnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi