Sungai Barumun Meluap, 223 KK Warga Sabahotang Terisolasi

Sungai Barumun Meluap, 223 KK Warga Sabahotang Terisolasi
Jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat Desa Sabahotang putus akibat diterjang banjir (Analisadaily/Atas Siregar)

Analisadaily.com, Barumun - Sebanyak 223 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Desa Sabahotang, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas terisolasi pasca meluapnya Sungai Barumun, Sabtu (27/3) kemarin.

Akses utama keluar masuknya warga ke Desa Sabahotang hanya melalui jembatan gantung di atas aliran Sungai Barumun. Namun akibat diterjang banjir, jembatan itu putus.

Pantauan Analisadaily.com, jembatan gantung sepanjang 120 meter itu hanya menyisakan penyangga di tepi sungai. Sementara bangunan yang terbentang di atas sungai telah hilang terbawa arus.

Putusnya jembatan gantung ini membuat masyarakat harus mengarungi sungai jika hendak keluar atau masuk ke Desa Sabahotang.

Sedangkan hasil produksi perkebunan dan pertanian hanya ditumpuk di desa karena tidak dapat diangkut kendaraan.

Salah seorang warga Desa Sabahotang, AS Nasution, mengatakan putusnya jembatan gantung akibat tidak mampu menahan derasnya debit air sungai yang meluap.

"Jembatan gantung telah disapu banjir, kami masyarakat tidak bisa keluar dari desa," kata Nasution, Selasa (30/3).

Menurutnya jembatan gantung yang putus menimbulkan kesulitan bagi warga khususnya anak sekolah yang hendak pergi ke sekolah.

"Masyarakat yang memberanikan diri mengarungi sungai merasa khawatir dan takut terbawa arus sungai saat menyeberang," sebutnya.

Kepala Desa Sabahotang, Ali Jumroh Hasibuan, mengungkapkan bahwa jembatan gantung merupakan akses utama warga dari dan menuju desanya. Akibatnya warga terpaksa mengarungi sungai agar bisa ke desa tetangga, Sigorbus Julu.

"Harapan masyarakat kepada pemerintah setempat agar membangun jembatan yang putus tersebut supaya masyarakat desa ini tidak semakin terisolir," ujar Jumroh.

(ATS/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi