PJJ Menyenangkan di Masa Pandemi, Siswa Kolaborasi Orang Tua Buat Getuk

PJJ Menyenangkan di Masa Pandemi, Siswa Kolaborasi Orang Tua Buat Getuk
Siswa membuat getuk (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Batubara – Saat ini siswa sudah memasuki semester kedua belajar secara daring di masa pandemi Covid-19. Kondisi ini tidak memudarkan semangat guru dalam membimbing siswa belajar.

Banyak metode kreatif dilakukan guru dalam proses belajar mengajar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi. Cara sederhana melalui Grup WhatsApp, guru dapat memberi pemebelajaran, memberi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang produktif, imajinatif, dan terbuka.

“Ini adalah strategi yang saya lakukan agar siswa dapat meningkatkan rasa ingin tahu, dan melakukan sesuatu saat mengerjakan LKPD,” kata guru kelas IV di UPTD SDN 06 Sei Suka Deras, Batubara, Ika Indriani, Selasa (13/4).

Diungkapkan Ika, dirinya selalu berupaya agar proses pembelajaran bermakna untuk siswa, dan siswa mengalami berbagai proses seerti mengamati, membaca, lalu bertanya, mencoba, sampai mengomunikasikan di depan kelas.

“Saya selalu ingin meningkatkan rasa ingin tahu dan kreativitas siswa, dengan melakukan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) atau yaitu berbasis proyek,” sebutnya.

Langkah itu dilakukan Ika untuk menghindari metode berceramah yang identik dengan hafalan, dan mencari jawaban dari soal-soal dengan benar, agar siswa atidak pasif. PBL mengarahkan siswa berkolaborasi memecahkan masalah dengan topik dunia nyata.

“Hal ini akan menjadi atensi dan usaha berharga bagi siswa. Tujuan penerapan pembelajaran berbasis proyek dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan kreatif,” ujar Ika, yang merupakan salah seorang guru imbas program Pintar Tanoto Foundation.

Materi Kegiatan Ekonomi

Siswa membuat getuk (Analisadaily/Istimewa)
Ika menerangkan, materi yang diajarkan kepada siswanya adalah tentang kegiatan ekonomi dari sektor pertanian, karena daerah tempat tinggal siswa lebih mengarah kepada hasil pertanian, yaitu singkong.

“Singkong banyak tumbuh di daerah tropis. Singkong juga termasuk pangan pokok alternatif. Untuk itu saya menjadikan singkong sebagai objek dari kegiatan proyek,” terangnya.

Disampaikan Ika, pada 4 Maret 2021 lalu, belajar dengan model Project Based Learning diterapkannya kepada para siswa. Seharusnya kegiatan ini dikerjakan secara berkelompok, karena masih berada dalam pandemi Covid-19, Ika meminta orang tua siswa mendampingi proses membuat getuk dari singkong.

“Saya meminta siswa berkolaborasi dengan ibunya, karena ibu-ibu lebih paham dalam mengolah makanan, baik makanan tradisi daerah ataupun makanan modern,” ucapnya.

Dengan metode tersebut, siswa sangat bersemangat. Mereka membagi peran dengan ibunya. Setelah ibunya belanja bahan-bahan untuk membuat getuk, siswa membantu mengupas dan membersihkan singkong agar dapat menuju proses pengolahan.

Seperti yang dilakukan oleh seorang siswa bernama Aqila. Sebelum singkong ditumbuk, dirinya merebus singkong hingga teksturnya lembut. Lalu Aqila menyusun di wadah mangkuk yang telah disediakan.

Hasil video siswa dikirim ke Grup WhatsApp kelas. Selanjutnya guru akan memberikan umpan balik dari hasil yang dikirim siswa terkait aktivitas dan hasil proyek yang dikerjakan. Lalu guru menanyakan bagaimana perasaan siswa dan pengalaman saat menyelesaikan proyek.

“Dari hasil refleksi, saya jadikan portofolio kinerja siswa. Mudah-mudahan dengan penerapan Project Based Learning, siswa dapat menghasilkan produk dengan penuh kreatifitas,” Ika mengakhiri.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi