Ketua PKK Sumut Bantu Guru yang Diduga Menderita Kanker

Ketua PKK Sumut Bantu Guru yang Diduga Menderita Kanker
Ketua PKK Sumut, Nawal Lubis, menjenguk guru yang diduga menderita kanker (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara, Nawal Lubis, membantu pengobatan guru yang diduga menderita kanker payudara.

Bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumut, Nawal Lubis berupaya memberikan pengobatan yang tepat.

Guru tersebut bernama Ely Susanti berusia 51 tahun yang memiliki dua anak. Dia mengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Ikhlas Taqwa, Jalan Medan Area Selatan Nomor 129, Medan.

Ely sudah satu tahun belakangan mengeluhkan sakit di bagian dada dan juga mengalami penurunan berat badan yang drastis. Dia dan suaminya Muslim Nasution berupaya mengatasinya dengan pengobatan alternatif. Namun, tiga bulan terakhir kondisi Ely semakin menurun, hingga hanya bisa berbaring di kasur.

“Tiga bulan terakhir kondisinya menurun, dan ketika kami bawa ke klinik dugaannya kanker payudara,” kata Muslim Nasution, suami Ely di kontrakannya, Jalan Medan Area Selatan, Gang Bilal, Senin (18/4)

Menurut keterangan suaminya, Ely takut menjalani pengobatan medis, ditambah mereka bukan dari keluarga yang berada. Ely juga memikirkan kesulitan perawatan di rumah sakit karena dia sudah kesulitan bergerak.

“Kalau berobat tentu orangnya juga harus menerima dengan ikhlas, karena kalau belum menerima pengobatan akan sulit mendapatkan hasil yang bagus. Karena itu, kami mengupayakan pengobatan alternatif,” jelas Muslim yang merupakan karyawan salah satu maskapai penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu.

Nawal Lubis, selaku Ketua YKI Sumut bersama timnya berupaya membujuk Ely untuk mau menjalani pengobatan medis. Lebih dari satu jam, Nawal Lubis, tim YKI dan perwakilan Dinas Kesehatan Pemprov Sumut membujuk Ely .

“Ibu jangan memikirkan biaya, ibu ikhlas saja menerima penyakit ini dan ikhtiar dengan pengobatan yang tepat. Saya harap keputusan diambil secepatnya, paling tidak kita periksakan dulu ke dokter seperti apa penyakit yang ibu derita, jadi kita tahu cara yang tepat menanganinya,” kata Nawal.

Menurut Nawal, tidak sedikit orang-orang yang bisa sembuh dari kanker setelah menjalani pengobatan secara medis. Ditambah lagi, Rumah Sakit Adam Malik memiliki unit Pelayanan Onkologi Terpadu yang sangat baik.

“RS Adam Malik punya unit kanker yang sangat baik, sudah banyak penderita kanker yang sembuh dari sana, jadi ibu tidak usah takut, sekarang kita berpacu dengan waktu karena kondisi ibu semakin menurun,” ujarnya.

Tetangga Ely dan Muslim, Edi juga sedang berjuang melawan penyakit yang cukup serius. Pria 41 tahun ini menderita Fistula Ani, kondisi di mana terbentuknya saluran abnormal antara ujung usus besar dan sekitar kulit anus.

Edi sudah tiga kali menjalani operasi, namun penyakitnya ini tak kunjung sembuh. Saat ini, Edi masih menggunakan saluran khusus untuk buang air besar di perutnya.

“Kita akan berupaya membantu bapak semaksimal mungkin, apa yang bisa dilakukan Dinkes, apa yang bisa kami lakukan. Kita akan berjuang bersama,” tukas Nawal kepada Edi.

(JW/EAL)

Baca Juga

Rekomendasi