BWS Sumatera II Tinjau Sungai Nantalu, Respons Positif Aduan Masyarakat

BWS Sumatera II Tinjau Sungai Nantalu, Respons Positif Aduan Masyarakat
BWS Sumatera II Tinjau Sungai Nantalu, Respons Positif Aduan Masyarakat (Analisadaily/Awaluddin)

Analisadaily.com, Asahan - Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) merespons positif laporan masyarakat yang ditampilkan beberapa waktu lalu, difasilitasi oleh Komisi C DPRD Asahan.

"Ini merupakan respons positif yang ditunjukkan oleh BWS Sumatera II dengan cara mengunjungi Sungai Asahan, Sungai Nantalu dan melihat serta menyaksikan langsung kondisi sungai yang sudah sangat memprihatinkan," kata Camat Sei Kepayang melalui Kasipem Sukmawan saat menyambut kehadiran BWS Sumatera II, Rabu (10/5) di bantaran Sungai Asahan, Desa Sei Paham.

Diakui Sukmawan, beberapa waktu lalu pihaknya bersama pemerintahan desa dan juga LSM Wahana Masyarakat Aliran Sungai (WAMAS) difasilitasi Komisi C DPRD Asahan berkunjung ke Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan juga BWS Sumatera II guna melaporkan kondisi Sungai Asahan yang telah menjadi proyek strategis nasional, tetapi kondisinya memprihatinkan.

"Kami sangat berharap turunnya BWS Sumatera II ke Sungai Asahan memberikan harapan bagi masyarakat Desa Sei Paham, Perbangunan, Pertahanan dan Bangun Baru, juga sebahagian desa di Kecamatan Pulau Rakyat, termasuk dunia usaha," ungkapnya.

Dari hasil kunjungan terlihat dengan jelas muara Sungai Nantalu telah sepenuhnya tertutup vegetasi, sementara alur sungainya mengalami penyempitan, erosi dan pendangkalan (sedimentasi) yang begitu parah, sehingga fungsinya sebagai penampung air yang berasal dari Desa Padang Mahondang dan Alang Bombon Kecamatan Pulau Rakyat tidak berfungsi lagi.

“Perahu tradisional saja, tidak mampu untuk melintasinya,” ungkap Yunan, Kepala Dusun XV Desa Sei Paham Kecamatan Sei Kepayang.

Yunan mengaku menguasai seluk beluk Sungai Nantalu. Dikatakannya, pada tahun 1990-an Sungai Nantalu masih bisa dilintasi oleh perahu-perahu tradisional, khususnya para pembalok, namun saat ini Sungai Nantalu yang seharusnya bisa menampung dan mengalirkan air yang dari Padang Mahondang, Alang Bombon, Rawa Sari dan lain sebagainya tidak bisa mengalir dengan lancar hingga ke Sungai Asahan.

“Karena kondisinya sudah tidak baik-baik saja, akhirnya air yang datang dari Pulau Rakyat meluap ke desa-desa yang ada di Kecamatan Sei Kepayang, seperti Desa Sei Paham, Perbangunan dan lain sebagainya,” ungkapnya lagi.

Artinya, jika Sungai Nantalu dilakukan normalisasi, maka persoalan banjir yang terjadi di 4 desa di Kecamatan Sei Kepayang yaitu Desa Perbangunan, Pertahanan, Bangun Baru dan Desa Sei Paham akan teratasi begitu juga dengan banjir yang terjadi di Kecamatan Pulau Rakyat akan teratasi dengan baik.

“Sungai Nantalu, merupakan persoalan yang belum terselesaikan hingga saat ini,” ungkapnya lagi.

Ketua WAMAS, Awaluddin, didampingi Fachry Aldi Harahap selaku Bendahara, menyebut, pertemuan yang difasilitasi oleh Komisi C DPRD Asahan untuk bertemu langsung baik itu dengan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan juga BWS Sumatera II, telah mendapat respons positif.

“Semoga bencana banjir yang melanda di Kecamatan Sei Kepayang akan teratasi dengan cara normalisasi Sungai Asahan dan Sungai Nantalu,” ungkapnya.

Kurnia selaku pimpinan BWS Sumatera II mengatakan, Sungai Asahan berikut anak sungai termasuk Sungai Nantalu akan menjadi prioritas, bahkan selama dua bulan terakhir pihaknya melalui konsultan telah mendata Sungai Asahan berikut anak sungainya.

“Ini akan menjadi program BWS Sumatera II secara kontinyu,” ungkapnya, sembari mengatakan pihaknya akan mengambil langkah normalisasi aliran Sungai Nantalu.

Kunjungan ini akan menjadi laporan mereka ke pimpinan agar langkah-langkah kongkrit dapat diambil untuk normalisasi Sungai Nantalu. “Doakan saja, agar normalisasi ini bisa terlaksana dengan segera,” pungkasnya.

(ALN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi