Warga Tanah Pinem Dairi Kumpulkan Duit Ingin Bertemu Presiden, Adukan Jalan Rusak

Warga Tanah Pinem Dairi Kumpulkan Duit Ingin Bertemu Presiden, Adukan Jalan Rusak
Mobil kesulitan melaju di Desa Sukadame, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumut (Analisadaily/Sarifuddin Siregar)

Analisadaily.com, Sidikalang - Warga Desa Sukadame, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) gotong royong mengumpulkan duit sebagai ongkos untuk berangkat ke Jakarta.

Tujuan mereka agar bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, untuk mengadukan kondisi jalan di kampung mereka yang tak kunjung dibangun.

Hal itu disampaikan tokoh masyarakat, Jefisa Ginting, Minggu (4/6). Dijelaskannya, sepekan belakangan, warga seting menggelar rapat membahas langkah pembangunan infrastuktur yang sangat buruk.

"Pemerinrah kabupaten minim perhatian. Jalan hancur dibiarkan bertahun-tahun," kata Jefisa.

Lalu, mereka sepakat gotong royong mengumpulkan duit untuk ke Jakarta. Selain inging mengadu ke Presiden Jokowi, mereka juga ingin bertemu Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, Junimart Girsang, di Gedung Nusantara Senayan Jakarta.

"Ongkos angkut barang ke Pasar Tiga Binanga Rp 1.000 per Kilogram. Kalau punya hasil tani 1 ton, maka hanya untuk ongkos, harus keluar Rp 1 juta," ungkap Jefisa.

Sepanjang jalan, terang Jefisa, termasuk sebagian di wilayah Tiga Binanga rusak parah. Kalau dibenahi, perekonomian rakyat bisa membaik.

"Kami sudah mempersiapkan surat terbuka bersama warga Karo di lintasan itu," terangnya.

Terpisah, Junimart Girsang mengatakan, akan menyediakan waktu untuk menerima warga Tanah Pinem Dairi untuk ditindaklanjuti.

"Saya menerima banyak keluhan seputar buruknya infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang kurang baik," tandasnya.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi