SMP Santo Thomas 4 Medan Gelar Pentas Seni dan Karya

SMP Santo Thomas 4 Medan Gelar Pentas Seni dan Karya
Satu dari ratusan karya siswa SMP Santo Thomas 4 Medan yang dipamerkan dalam kegiatan pentas seni dan karya. (Analisadaily/Irin Juwita)

Analisadaily.com, Medan - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Santo Thomas 4 Medan menggelar pentas seni dan unjuk karya untuk tingkat SD di Kota Medan, selama tiga hari Kamis (11/12/2025) sampai dengan Sabtu (13/12/2025), di halaman sekolah tersebut Jalan S Parman Medan.

Kepala Sekolah SMP Santo Thomas 4 Medan, Drs. Rismanto Pandiangan, M.Pd, melalui Ketua Panitia, Drs Pery Nainggolan M.Pd, mengatakan kegiatan ini dibuat untuk meningkatkan kreativitas anak dan membentuk karakter anak cinta lingkungan sejak dini khususnya dari ditingkat kelas SD.

Hari pertama kegiatan digelar workshop tentang daur ulang kreatif dengan tema 'Jadikan Sampahmu Karya Seni' dan ratusan pameran karya seni mulai dari lukisan tas daur ulang, vas bunga dan lainnya.

"Workshop ini diikuti 7 sekolah dasar (SD) yang ada di Kota Medan. Workshop ini bagaimana mengedukasi para siswa SD yang menjadi peserta mengubah sampah menjadi karya seni. Pameran karya seni siswa ditampilkan selama tiga hari kegiatan ini. Ada ratusan karya semua dari tangan para siswa kita," ujarnya.

Pery menambahkan selain itu, ada juga lomba vokal solo dan mewarnai yang diikuti siswa SD dari berbagai sekolah di Medan serta Bazar UMKM.

"Hari kedua, kegiatannya yakni lomba modern dance serta pemberian taliasih. Pemberian tali asih untuk petugas cleaning service dan security sekolah ini. Kemudian juga penyerahan langsung ke panti asuhan di daerah Tanjung Selamat dan Martubung," ungkapnya.

Di puncak acara pada Sabtu 13 Desember 2025, akan menampilkan bakat anak-anak SMP Santo Thomas 4 Medan. Para siswa akan menampilkan tarian daerah, performance sebagai atlet olahraga karate yang meraih prestasi tingkat Asia dan pertunjukkan lainnya.

"Kita akan mengundang berbagai pihak termasuk anggota dewan. Dan juga penyerahan bantuan kepada siswa-siswi kurang mampu," ucapnya.

Pery menyebutkan tema yang diangkat di acara ini yakni 'Laudato Si' yang artinya pelestarian dan perawatan bumi secara berkesinambungan. Pihaknya ingin
menekankan pentingnya perawatan dan pelestarian bumi secara berkesinambungan.

Sekolah berupaya menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa, terutama melalui karya-karya yang dibuat dari barang-barang bekas atau bahan daur ulang.

"Siswa dilatih memanfaatkan sampah seperti plastik sachet, bungkus makanan dan minuman, goni bekas, hingga bambu yang tidak terpakai, untuk diolah menjadi karya seni. Hasilnya kemudian dipamerkan dalam kegiatan sekolah," ungkapnya.

Pentas seni ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga. Tahun depan, pihaknya akan terus berinovasi dalam menggelar pelaksanaan termasuk memanfaatkan teknologi.

"Harapan dari kegiatan ini adalah membentuk karakter siswa agar peduli lingkungan melalui tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan sampah menjadi produk seni yang bernilai. Dan pelopor pelestarian lingkungan serta mungkin melahirkan bakat-bakat seni baru yang dapat menjadi sumber penghasilan di masa depan," ungkapnya.

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi