Refleksi HUT ke 78 Provinsi Sumut, Sekretaris Fraksi PKS Nilai: Sumut Masih Banyak Masalah

Refleksi HUT ke 78  Provinsi Sumut, Sekretaris Fraksi PKS Nilai: Sumut Masih Banyak Masalah
Refleksi HUT ke 78 Provinsi Sumut, Sekretaris Fraksi PKS Nilai: Sumut Masih Banyak Masalah (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Menjelang Hari Jadi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke-78, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut sekaligus Ketua Pansus Aset Pemprovsu DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar, menyampaikan refleksi kritis dan konstruktif terhadap kondisi dan masa depan Sumatera Utara.

Dalam pernyataannya, Abdul Rahim menegaskan bahwa di usia ke-78, Sumatera Utara merupakan provinsi dengan potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. “Sumatera Utara adalah episentrum peluang. Kekayaan alam yang melimpah dan bonus demografi menjadi kekuatan besar yang jika dikelola dengan baik, mampu mendorong lompatan ekonomi daerah secara signifikan,” ujarnya di gedung DPRDSU, Rabu (15/4/2026).
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah persoalan serius yang masih dihadapi Sumatera Utara dalam 5 hingga 10 tahun terakhir. Di antaranya maraknya peredaran narkoba, ketimpangan pembangunan antar wilayah, tingkat pengangguran terbuka yang masih berada di kisaran 5 persen, serta kualitas pendidikan dan kesehatan yang belum merata. Selain itu, tata kelola aset daerah dinilai belum optimal, di mana kontribusi aset terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat kecil meskipun nilainya mencapai puluhan triliun rupiah.
“Ini adalah ironi yang harus segera diakhiri. Kita tidak boleh lagi membiarkan potensi besar ini tidak memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Ketua Umum Forum Masyarakat Dalihan Natolu ( FORMADAN ) Indonesia ini. Ia juga menyoroti persoalan lain seperti kerentanan terhadap bencana, konflik agraria, serta belum maksimalnya hilirisasi sektor unggulan. Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm keras bahwa Sumatera Utara membutuhkan lompatan kebijakan yang berani, bukan sekadar rutinitas administratif.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rahim turut mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya dalam satu tahun lebih kepemimpinan mereka. Fokus pada digitalisasi layanan publik, pembenahan birokrasi, serta penguatan UMKM dinilai sebagai fondasi awal yang positif.
“Beberapa capaian mulai terlihat, seperti meningkatnya kepercayaan publik, berkembangnya ekosistem ekonomi digital, serta langkah awal optimalisasi aset dan BUMD. Penguatan peran Bank Sumut juga menunjukkan arah menuju kemandirian fiskal,” ungkapnya.
Meski demikian, Abdul Rahim Siregar yang juga Ketua Umum KAKAMMI Sumut menekankan pentingnya evaluasi yang tajam dan objektif. Ia menilai bahwa satu tahun lebih adalah waktu yang cukup untuk mengukur keseriusan arah kebijakan, sehingga ke depan diperlukan langkah yang lebih progresif dan terukur agar setiap program benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia memaparkan proyeksi peningkatan kapasitas fiskal daerah. Menurut anggota Badan Anggaran DPRD Sumut ini, dengan strategi yang tepat, APBD Sumatera Utara dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi Rp16 triliun pada 2027, Rp18 triliun pada 2028, Rp20 triliun pada 2029, hingga Rp22 triliun pada 2030.
“Target ini realistis jika didukung oleh optimalisasi pajak daerah seperti PKB—di mana tingkat kepatuhan saat ini baru sekitar 35 persen dari 8,3 juta kendaraan—serta peningkatan transparansi pada PBBKB. Selain itu, peningkatan dividen BUMD hingga Rp1 triliun dan optimalisasi aset daerah hingga Rp1,8 triliun menjadi kunci penting,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa diversifikasi sumber PAD harus menjadi prioritas, melalui digitalisasi pajak, monetisasi aset daerah, penguatan sektor pariwisata seperti Danau Toba, serta hilirisasi sektor pertanian dan energi.
Di akhir pernyataannya, Abdul Rahim menegaskan bahwa tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi, Kaya Inovasi & Terus Melayani” harus diwujudkan dalam aksi nyata. “Kolaborasi lintas sektor adalah kekuatan, energi rakyat adalah penggerak, inovasi adalah jalan percepatan, dan pelayanan adalah tujuan utama,” katanya.
Sebagai informasi, Abdul Rahim Siregar juga merupakan Ketua Umum Forum Masyarakat Dalihan Natolu (FORMADANA) Indonesia, Ketua Umum KAKAMMI Sumatera Utara, serta Founder Lembaga Quantum Leadership & Spirituality dan Founder Kampung Trainer Indonesia.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mendukung pembangunan Sumatera Utara agar menjadi provinsi yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Di usia ke-78 ini, saatnya kita bersatu. Mengawal, mengkritisi, dan mendukung, agar Sumatera Utara benar-benar melayani dengan hati dan membangun dengan keberanian,” tutupnya.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi