Aswin Parinduri Ajak Seluruh Elemen Bersatu, Dukung Bobby Nasution Perangi Narkoba di Sumut (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara, Aswin Parinduri, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Bobby Afif Nasution dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Sumatera Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Aswin usai mengikuti sidang paripurna istimewa DPRD Sumut dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Sumatera Utara, Rabu (15/5/2026).
Menurut Aswin, peredaran narkoba harus dipandang sebagai musuh bersama yang mengancam seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemberantasannya tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat akar rumput.
“Ini harus kita jadikan gerakan bersama. Dari pejabat sampai masyarakat bawah, kita harus punya komitmen yang sama bahwa narkoba adalah musuh bersama,” ujarnya.
Aswin juga menekankan pentingnya strategi yang tepat dalam penanganan narkoba, dengan memprioritaskan penindakan terhadap jaringan pemasok dan pengedar. Sementara itu, bagi pengguna, ia mendorong pendekatan rehabilitasi agar mereka dapat kembali ke kehidupan yang lebih baik.
“Yang paling utama adalah memutus rantai pasokan. Pengedar harus ditindak tegas, sementara pengguna perlu direhabilitasi,” tegasnya.
Selain itu, DPRD Sumut dinilai perlu mendorong lahirnya regulasi daerah yang lebih kuat melalui Peraturan Daerah (Perda) guna mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika secara komprehensif.
Dalam kesempatan tersebut, Aswin juga menyoroti wilayah Mandailing Natal yang disebut masih menjadi salah satu daerah rawan peredaran dan penanaman ganja. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan akses menjadi kendala utama bagi aparat dalam melakukan penindakan.
“Untuk mencapai lokasi, aparat bisa membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Saat tiba di lokasi, pelaku seringkali sudah melarikan diri,” jelasnya.
Sebagai solusi, Aswin mendorong pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju wilayah-wilayah terpencil. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan pengawasan dapat ditingkatkan dan ruang gerak pelaku kejahatan semakin sempit.
Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, dan masyarakat, Sumatera Utara dapat terbebas dari ancaman narkoba.
“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin Sumut bisa bersih dari narkoba. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua,” pungkasnya.
Sebelumnya dalam pidato di sidang paripurna DPRD, Gubsu Bobby Nasution menegaskan kembali tentang kerisauannya terhadap persoalan narkoba di Sumatera Utara.
Soalnya sampai saat ini Sumatera Utara dikenal sebagai peringkat pertama dalam penyalahgunaan narkoba. Dia juga menyindir agar aparat lebih fokus dalam menangkap para bandar narkoba. Jangan sampai anak-anak bisa bertemu dengan bandar narkoba dibanding aparat, tegas Bobby.
Bahkan katanya persoalan narkoba jenis lama baik ganja maupun sabu masih belum tuntas ditangani, sekarang malah muncul narkoba jenis baru yang penggunaannya dengan cara rokok elektrik (vape). Kondisi ini semakin mengkhawatirkan dan membahayakan bagi masyarakat khususnya generasi muda. Untuk itu juga mendorong agar dibentuknya Perda larangan menggunakan vape di tempat umum.
(NAI/NAI)










