Penanganan Bencana Dinilai Komprehensif, Ketua Fraksi Golkar Apresiasi Kinerja Gubsu (Analisadaily/zulnaidi)
Analisadaily.com, Medan — Penanganan bencana di Sumatera Utara pada akhir 2025 dinilai berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik. Hal ini mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Aswin Parinduri, terhadap kinerja Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Menurut Aswin, langkah yang dilakukan Pemprov Sumut tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup mitigasi sejak dini hingga percepatan pemulihan pascabencana.
Ia menjelaskan, sejak September 2025, Gubernur Bobby telah mengeluarkan instruksi siaga bencana yang mewajibkan seluruh kabupaten/kota melakukan pemetaan wilayah rawan, khususnya menghadapi ancaman hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
“Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah provinsi dalam mengantisipasi potensi bencana sejak dini,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Aswin juga menilai Pemprov Sumut sigap dalam menetapkan status tanggap darurat saat bencana terjadi, termasuk memperpanjang masa tanggap darurat guna memastikan proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan optimal.
Dalam penanganan di lapangan, distribusi bantuan ke wilayah terisolir seperti di Tapanuli Tengah dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter, sehingga kebutuhan logistik masyarakat tetap terpenuhi meski akses darat terputus.
Selain itu, Bobby Nasution disebut turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, termasuk meninjau pembangunan tanggul dan normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.
Pada tahap pemulihan, Pemprov Sumut memprioritaskan perbaikan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan, serta pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Verifikasi data korban juga dilakukan secara rinci berbasis nama dan alamat agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.
“Upaya percepatan pemulihan ini patut diapresiasi. Bahkan hingga April 2026, Sumatera Utara berhasil mencapai zero pengungsi,” kata Aswin.
Dari sisi anggaran, Pemprov Sumut tetap menjaga alokasi dana penanggulangan bencana sebesar sekitar Rp123 miliar pada tahun 2025 tanpa pemangkasan. Sinergi antar daerah juga diperkuat melalui kerja sama dan bantuan kemanusiaan dari berbagai provinsi.
Aswin menilai, berbagai langkah strategis tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam melindungi masyarakat serta mempercepat pemulihan pascabencana secara menyeluruh.
Hasil penelusuran wartawan di rencana umum pengadaan (RUP) Pemprovsu melalui Rinas Bina Marga Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk penanganan pascabencana di antaranya ada Rp 20 miliar untuk Pembangunan Turap/Talud/Bronjong pada Jalan Provinsi Ruas Jembatan Husor (Barus) - Bts. Humbahas di Kab. Tapanuli Tengah.
Pembangunan Turap/Talud/Bronjong pada Jalan Provinsi Ruas Sibuluan - Aek Horsik di Kab. Tapanuli Tengah dengan anggaran Rp5 miliar, Pembangunan Turap/Talud/Bronjong pada Ruas Jl. Sudirman di Kota Sibolga dengan alokasi Rp12 miliar dan Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Pada Ruas Sibuluan - Aek Horsik di Kab. Tapanuli Tengah Rp24 miliar.
Di Tapsel, juga dialokasikan di antaranya untuk Pembangunan Turap/Talud/Bronjong pada Jalan Provinsi Ruas Sipenggeng - Marancar - Sipirok di Kab. Tapanuli Selatan (Penanganan Pasca Bencana) Rp3 miliar. Penggantian Jembatan di Aek Nabara pada Ruas Sipenggeng - Marancar - Sipirok di Kab. Tapanuli Selatan (Penanganan Pasca Bencana) dengan alokasi Rp10,5 miliar.











