Analisadaily.com, Medan - Seiring meningkatnya angka harapan hidup di Indonesia, menjaga mobilitas di usia lanjut menjadi tantangan kesehatan yang semakin krusial. Masalah persendian, khususnya osteoartritis atau pengapuran sendi, tidak lagi sekadar keluhan fisik, tetapi telah menjadi salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas dan menurunnya kemandirian masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit sendi (artritis) menempati urutan kedua penyakit terbanyak pada kelompok lansia setelah hipertensi. Kondisi ini kerap menyebabkan kesulitan berjalan, naik tangga, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Columbia Asia Hospital Medan, Kamis (16/4/2026), menggelar media gathering bertajuk “Solusi Terkini Nyeri Lutut dan Osteoartritis”, yang menghadirkan edukasi mengenai pentingnya penanganan sendi secara tepat dan berkelanjutan untuk mengembalikan kualitas hidup pasien.
Dokter Muhammad Rizal Renaldi, M.Ked(Surg), Sp.OT(K), dokter spesialis Ortopedi di Columbia Asia Hospital Medan, menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menunda penanganan karena kekhawatiran terhadap tindakan operasi.
“Total Knee Replacement (TKR) atau penggantian sendi lutut merupakan prosedur yang efektif untuk mengurangi nyeri kronis dan mengembalikan fungsi gerak, terutama pada kasus osteoartritis berat,” ujarnya.
Dia menambahkan, perkembangan teknologi medis saat ini telah memungkinkan tindakan yang lebih aman dan presisi. “Dengan teknik bedah minimal invasif serta program rehabilitasi yang terstruktur, tingkat keberhasilan tindakan ini semakin tinggi. Banyak pasien yang sebelumnya mengalami keterbatasan, kini dapat kembali berjalan dengan nyaman dan menjalani aktivitas secara mandiri,” tambahnya.
Layanan ortopedi ini menjadi bagian dari komitmen Columbia Asia Hospital Medan dalam mendukung masyarakat Sumatera Utara menghadapi penyakit degeneratif. Melalui fasilitas Orthopaedic Center, rumah sakit menyediakan penanganan menyeluruh mulai dari diagnosis hingga pemulihan pasca-tindakan dalam satu rangkaian layanan.
Direktur Columbia Asia Hospital Medan Dr. dr. Beni Satria, M.Kes, S.H, M.H, FISQua, menegaskan bahwa akses terhadap layanan ortopedi yang berkualitas menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak perlu lagi menahan nyeri dalam jangka panjang. Dengan dukungan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern, layanan ini diharapkan dapat membantu pasien kembali aktif dan menikmati hidup dengan lebih optimal,” ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Columbia Asia Hospital Medan berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa nyeri lutut bukanlah kondisi yang harus diterima sebagai bagian dari penuaan. Penanganan yang tepat dan tepat waktu menjadi langkah penting untuk menjaga mobilitas dan kualitas hidup di masa mendatang.(MUL)











