SMAN 16 Medan Pilot Projek CBP Rupiah

SMAN 16 Medan Pilot Projek CBP Rupiah
Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Hendra Wangsa Dikrama Saat Memberikan Sambutan Pada Kegiatan Kokurikuler CBP Rupiah di SMAN 16 Medan. (Analisadaily/ yogi yuwasta)

Analisadaily.com, Medan - Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Hendra Wangsa Dikrama membuka Program Kokurikuler Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di SMA Negeri 16, Senin (20/4/ 2026). SMA Negeri 16 menjadi pilot projek dalam program Kokurikuker CBP Rupiah di Sumut harapannya bisa berlanjut di tingkat nasional.

"Hari ini kita merealisasikan pilot projek Kokurikuker CBP Rupiah di SMA Negeri 16 Medan. Sehingga bisa dilanjutkan ke tingkat nasional,"jelas Hendra Wangsa Dikrama.

Dikatakan, program CBP Rupiah ini juga bagian dari edukasi literasi mata uang. Dalam pembayaran, dikenal 2 sistem yakni tunai dan non tunai. Dalam sistem pembayaran tunai, salah satu tugas kita mengedukasi generasi muda lewat program CBP Rupiah.

"Ada kriteria yang harus dipenuhi sekolah untuk pilot project ini dan SMAN 6 Medan sudah memenuhinya. Harapannya CBP Rupiah ini bisa dipahami seluruh siswa dan ditularkan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga tercipta pemahaman terhadap rupiah. Bisa membedakan mana rupiah asli dan yang palsu dan bangga terhadap rupiah sehingga dijadikan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Baik secara tunai maupun non tunai," tutur Hendra.

"Kalau untuk pembayaran non tunai kita mengenal Qris yang saat ini sudah bisa digunakan di 5 negara yakni, Jepang, Korsel, Malaysia, Singapura dan Thailand,"ungkapnya.

Kami berharap, sambung Hendra, kegiatan ini menjadi wahana dan sarana bagi kita semua agar lebih cinta, bangga dan paham terhadap rupiah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 16 Medan, Abdi Muskarya Saragih SPd MPd berterimakasih atas kepercayaan BI untuk menjadi pilot project Kokurikuler CBP Rupiah ini. Adapun peluncuran Kokurikuler CBP Rupiah ini dilaksanakan pada 20-28 April 2026 dan diramaikan perlombaan dan festival karya sekolah. "Kita harap karya siswa-siswi kita dapat kembali menjadi project BI seperti Kokurikuler CBP Rupiah ini," imbaunya.

Menurut Abdi, kerjasama SMAN 16 Medan dan BI sendiri sudah terjalin sejak 2025 di mana BI memilih salah seorang guru di SMAN 16 Medan sebagai Duta CBP Rupiah setelah keluar sebagai Juara I Perbi se Indonesia. Bahkan salah seorang guru di SMA Negeri 16 Medan, Nur Kholila, SPd dinobatkan sebagai Duta Guru CBP Rupiah.

Dalam paparannya saat itu, Nur Kholilah mengangkat pentingnya menjaga kondisi uang kertas mau pun uang pecahan untuk menjaga inflasi. "Untuk menyetak uang kertas menggunakan APBN yang tidak sedikit. Padahal uang kertas itu dibuat dengan bahan yang disiapkan untuk 10 tahun. Namun karena tidak terjaga, uang kertas menjadi cepat lusuh dan harus dilakukan penggantian setiap tahunnya. Artinya dengan menjaga kondisi uang seperti tidak melipat, dicoret, distapler, diremas dan dibasahi, kita turut menghemat APBN," beber Kepala Kokurikuler SMAN 16 Medan ini.

Peluncuran Kokurikuler CBP Rupiah ini ditandai dengan pelepasan balon oleh Asdir Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut, Hendra Wangsa Dikarama didampingi Kepala Sekolah SMAN 16 Medan, Abdi Muskarya Saragih, Duta Guru CBP Rupiah Nur Kholila Harahap, Qris dan para guru serta siswa. Puncak kegiatan akan dilaksanakan Selasa (28/4) dengan perlombaan diikuti 50 wakil sekolah yang ada di Kota Medan.

(YY)

Baca Juga

Rekomendasi