Diresmikan Jadi SO Program Magang ke Jepang, Kadisnaker Sumut: LPK Mori Kurangi Angka Pengangguran

Diresmikan Jadi SO Program Magang ke Jepang, Kadisnaker Sumut: LPK Mori Kurangi Angka Pengangguran
Diresmikan Jadi SO Program Magang ke Jepang, Kadisnaker Sumut: LPK Mori Kurangi Angka Pengangguran (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Tapanuli Utara - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori Center Siborongborong resmi menjadi Sending Organization (SO) program magang dan kerja ke Negara Jepang.

SO merupakan salah satu lembaga yang memiliki izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk merekrut, melatih, dan mengirim tenaga kerja dan program pemagangan ke negara Jepang.

Peresmian digelar di Halaman Kantor LPK Mori Center di Jalan Bandara Silangit, Desa Pariksabungan, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Senin (11/5).

Selain peresmian kegiatan juga dirangkai dengan pemberangkatan massal sebanyak 44 orang peserta magang dan pekerja mandiri ke Jepang. Kemudian pengukuhan peserta didik baru tahun 2026.

Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Yuliani Siregar mengucapkan selamat kepada LPK Mori Center yang telah menyandang status SO untuk program Magang dan pengirim tenaga kerja ke Jepang.

"Semoga LPK Mori lebih maju serta selalu menjalin koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengurangi angka pengangguran di Sumur," ujarnya.

Dia berharap agar seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sumut memiliki lembaga SO seperti LPK Mori center.

"Kalau di Sumut setiap Kabupaten ada seperti ini maka otomatis angka pengangguran bisa berkurang," ucapnya.

Dia mengakui, dalam perjalanannya LPK Mori telah mendapat citra positif karena dokumen-dokumennya telah melalui proses verifikasi.

"Kami sudah melakukan verifikasi terhadap LPK Mori dan ini salah satu LPK yang mengajukan SO-nya sejak saya dilantik," tandasnya.

Tidak hanya LPK Mori Center, Yuliani juga mengaku pihaknya selalu membantu seluruh LPK yang ada di Sumut untuk membuat rekomendasi SO asalkan dokumennya sudah cukup.

"Kami bantu semua LPK di Sumut untuk rekomendasi SO yang mana dokumennya sudah cukup dan izinya dari kementerian dan mudah-mudahan sudah banyak juga yang keluar SO-nya," imbuhnya.

Menurutnya, kehadiran LPK Mori Center ini sangat membantu mengurangi angka pengangguran di Sumut.

"Sebab LPK Mori bisa melakukan pengiriman setiap tahun namun harus tetap harus ada kriteria," ujarnya.

Dia juga menambahkan, kehadirian pemerintah dalam peresmian LPK SO Mori Center dan pemberangkatan massal peserta magang dan pekerja mandiri ke Jepang ini untuk menyakinkan para orangtua bahwa keberangkatan sudah benar.

"Jadi kami di sini hadir memberikan kepercayaan kepada para orangtua bahwasanya anak-anak yang nantinya berangkat ke Jepang benar-benar magang dan mencari ilmu," tandasnya.

Dia berpesan agar pada peserta magang dan kerja yang akan berangkat ke Jepang manjaga nama baik Sumut.

"Saya harap anak-anak kami yang berangkat jadi kebanggan orangtua, jangan buat malu Sumut," pungkasnya.

Wakil Bupati (Wabub) Taput Deni Lumbantoruan juga mengucapkan selamat kepada LPK Mori Center yang telah menjadi SO Program magang dan kerja ke Jepang.

Dia mengatakan kehadirian LPK Mori Center yang menjadi SO ini menjdi kebanggaan bagi kawasan Tapanuli Raya, khususnya Tapanuli Utara.

"Biasanya SO itu dari Medan, Jakarta, dan Bali tapi sekarang sudah ada di Tapanuli Utara. Ini kebanggaan bagi kita, Taput tidak hanya punya bandara tapi sudah ada juga SO," tandasnya.

"Pesan kepada adik-adik yang akan berangkat bekerja di Jepang, bekerja dengan konsisten dan tekun karena itu sangat diinginkan di Jepang," tambahnya.

Mewakili Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Diansyah Manalu mengatakan dengan diresmikannya LPK Mori Center Siborongborong menjadi SO dari Kemnaker diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pelatihan peserta magang.

"Semoga lebel ini pemicu meningkatnya kualitas dsn pelatihan sehingga banyak yang berangkat ke Jakarta," ucapnya.

Dia mengaku, saat ini negara Jepang, memang sedang membuka lowongan kerja dari para Migran asing mulai dari Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

"Dengan dibukanya lowongan itu salah satu peminaf adalah dari Indonesia," katanya.

Pihaknya berharap para peserta magang dan pekerja mandiri yang akan berangkat agar mematuhi aturan hukum negara Jepang.

"Kemudian jangan lupa berkunjung ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan Osaka Jepang, laporkan diri bahwa kalian adalah warga negara RI karena yang paling dekat membantu para adik-adik di sana adalah perwakilan kita KBRI," pungkasnya.

Chief Exekutive Officer LPK Mori Center Siborongborong, Rijen Alam Sinurat mengucapkan terima kasih kepad semua pihak yang mendukung LPK Mori Center Siborongborong.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Lake Toba Center yang telah memberikan bantuan kepada kami sebesar Rp 100 juta," katanya.

Dia mengaku peresmian SO ini merupakan hari istimewa dan tonggak penting dalam membangun lembaga yang profesional.

"Hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagi LPK Mori, peresmian SO bukan hanya seremoni melainkan sebuah tonggak penting perjalanan kami membangun lembaga yang profesional dan terpercaya untuk menjadi jembatan antara Indonesia-Jepang," katanya.

Motivasi 44 Orang

Dia juga memotivasi 44 orang peserta magang dan pekerja Migran yang akan berangkat agar terus berjuang sehingga kelak bisa meraih keberhasilan dikemudian hari.

"Kalau saya jadi pengusaha setelah pulang dari Jepang, kalian juga yang akan berangkat 44 orang dan sesuai visi-misi target 150-200 orang per tahun berangkat maka dalam 5 tahun kurang lebih 800 orang berangkat, maka nanti akan muncul nanti 800 orang pengusaha di Tapanuli Raya ini," pungkasnya.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi