Wabup Samosir Serap Strategi Pariwisata dari Bali, Siapkan Pengembangan KEK Danau Toba

Wabup Samosir Serap Strategi Pariwisata dari Bali, Siapkan Pengembangan KEK Danau Toba
Wabup Samosir Serap Strategi Pariwisata dari Bali, Siapkan Pengembangan KEK Danau Toba (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Bali – Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengikuti kegiatan site visit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali pada 11-13 Mei 2026 guna mendukung penyusunan kajian peluang KEK di kawasan Danau Toba.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Samosir menyerap praktik terbaik pengembangan pariwisata dan ekonomi kawasan.

Kunjungan yang dipelopori Bank Indonesia Perwakilan Sibolga tersebut diikuti pemerintah daerah di kawasan Danau Toba dengan tujuan utama Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli.

Di Gianyar, rombongan mengikuti Forum Group Discussion bersama Wakil Bupati Gianyar yang membahas keberhasilan pengembangan pariwisata daerah. Berbagai strategi dipaparkan, mulai dari penguatan destinasi, promosi berkelanjutan, penataan kawasan budaya, hingga kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha.

Bali dinilai sukses membangun daya tarik wisata berbasis budaya, alam, desa adat, dan desa wisata agro. Dukungan konektivitas penerbangan langsung dari berbagai negara juga menjadi faktor penting meningkatnya kunjungan wisatawan.

Wabup Ariston mengatakan banyak hal yang dapat diadaptasi untuk pengembangan kawasan Danau Toba, khususnya dalam aspek promosi, penataan ruang, dan penguatan identitas destinasi.

“Pengembangan kawasan Danau Toba harus berbasis potensi masing-masing daerah. Tidak bisa seragam. Setiap kabupaten punya keunggulan sendiri yang perlu dipetakan dan diperkuat,” ujar Ariston.

Menurutnya, kawasan Danau Toba membutuhkan zonasi yang jelas, mulai dari wisata budaya, agrowisata, wisata alam hingga hiburan berbasis kearifan lokal. Selain itu, promosi rutin dan penguatan branding kawasan juga perlu terus dilakukan agar daya saing meningkat.

“Kita ingin Danau Toba tumbuh sebagai destinasi kelas dunia, tetapi tetap menjaga budaya Batak, kelestarian lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu di Bangli, rombongan diterima langsung pemerintah daerah setempat dan mempelajari kebijakan pengembangan ekonomi berbasis pertanian, peternakan, serta pengelolaan kawasan sekitar Danau Batur.

Pemerintah Bangli dinilai berhasil meningkatkan kepatuhan usaha melalui pendampingan perizinan dan peningkatan kesadaran pajak. Selain itu, hukum adat turut dilibatkan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan.

Ariston menilai pendekatan Bangli relevan diterapkan di kawasan Danau Toba. Menurutnya, tidak semua daerah harus bertumpu pada sektor pariwisata. “Ada daerah yang kuat di pertanian, perikanan, UMKM maupun peternakan. Jika saling terhubung, maka ekosistem ekonomi kawasan Danau Toba akan lebih kokoh,” ujarnya.

Ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan strategis guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di Samosir serta seluruh kawasan Danau Toba. (TN/rel)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi