Tak Lagi Sekadar Cerita Mulut ke Mulut, Ekowisata Harangan Girsang Kini Punya 'Wajah' di Internet (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Simalungun - Selama ini, keindahan Ekowisata Harangan Girsang di Kabupaten Simalungun bak permata tersembunyi yang hanya diketahui segelintir pecinta alam. Namun, pemandangan berbeda kini terlihat di desa tersebut.
Tak lagi sekadar memegang cangkul atau alat tani, puluhan warga kini tampak mahir mengoperasikan laptop dan menyusun strategi promosi digital.
Perubahan besar ini dimotori oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan.
Melalui program studi Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata, para dosen turun gunung memberikan pendampingan intensif bagi masyarakat lokal untuk merambah dunia digital.
Harangan Girsang sebenarnya memiliki modal wisata yang sangat kuat. Terletak 1.300 meter di atas permukaan laut dan hanya berjarak lima kilometer dari Parapat, desa ini menawarkan panorama Danau Toba yang ikonik, hutan lindung seluas 57 hektar, hingga keasrian Air Terjun Halimbingan.
"Masalahnya bukan destinasinya yang kurang menarik, tapi wisatawan tidak tahu kami ada," ungkap salah satu pengelola Pokdarwis Harangan Nauli mengenang masa sulit saat mereka hanya mengandalkan promosi mulut ke mulut.
Ketua Tim PKM Poltekpar Medan, Bastanta Eka Putra Kembaren, bersama tim yang beranggotakan Deafani Clara Sinaga, Ellyta E. Tambunan, dan Riana Handayani Silalahi, melihat celah tersebut.
Mereka merancang pelatihan yang melampaui sekadar teknis, yakni mengubah mindset masyarakat agar mandiri secara digital.
Setelah melalui serangkaian pelatihan mulai dari penulisan konten hingga pengelolaan platform WordPress, kini desa tersebut resmi meluncurkan portal https://harangangirsang.id/.
Melalui situs ini, wisatawan bisa melihat galeri foto, daftar harga tiket, hingga melakukan reservasi secara daring.
"Kami tidak hanya datang mengajar lalu pergi. Kami mendampingi sampai website-nya benar-benar hidup dan bisa dikelola secara mandiri," tegas Bastanta.
Dampaknya terasa instan. Berdasarkan evaluasi tim, 90% peserta merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. Lebih dari itu, telah terbentuk tim pengelola digital desa yang solid, yang bertugas mendokumentasikan keindahan desa dan memperbarui informasi secara berkala.
Kini, Harangan Girsang tidak lagi "tersembunyi". Wisatawan yang mencari informasi di internet dapat dengan mudah menemukan koordinat lokasi dan paket wisata yang tersedia.
Hal itu tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menaikkan citra profesionalisme desa wisata di mata publik.
Keberhasilan program di Harangan Girsang ini menjadi model nyata bahwa transformasi digital di tingkat desa bukanlah hal yang mustahil.
Dengan pendampingan yang tepat, masyarakat lokal mampu membangun "jembatan digital" untuk membawa potensi daerah mereka dikenal oleh dunia luas.
Oleh Tim PKM Politeknik Pariwisata Medan (Bastanta Eka Putra Kembaren, Deafani Clara Sinaga, Ellyta E. Tambunan, Riana Handayani Silalahi).
(JW/RZD)