Sinergi Konservasi dan Pelayanan: Cara Desa Sei Serdang Perkuat Daya Saing Wisata Tangkahan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langkat – Keindahan alam Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) memang tidak diragukan lagi. Namun, untuk menjadi destinasi kelas dunia, pesona alam saja tidak cukup. Dibutuhkan layanan pendukung yang profesional untuk menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Menyadari hal tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan menggelar program penguatan kapasitas bagi warga Desa Sei Serdang, Kabupaten Langkat. Desa ini memegang peran krusial sebagai desa penyangga ekowisata Tangkahan.
Tim ahli yang terdiri dari Ikhlas Ramadhan, M.Sc., Dr. Osland Herijon Lingga, Muhammad Rizki Lubis, M.M., dan Budi Prayogi, M.M., turun langsung memberikan pendampingan mengenai pentingnya ancillary services atau pelayanan tambahan dalam industri pariwisata.
Selama ini, masyarakat Sei Serdang telah aktif menyediakan berbagai keperluan wisata seperti jasa pemandu, pusat informasi, hingga penyewaan alat camping. Namun, layanan tersebut dinilai masih bersifat individual dan belum terstandarisasi.
"Wisatawan ekowisata mencari pengalaman autentik, namun mereka juga memprioritaskan keamanan dan kenyamanan. Melalui kegiatan ini, kami mendorong adanya standar pelayanan yang seragam, mulai dari cara berkomunikasi hingga prosedur keselamatan di hutan," jelas tim PkM Poltekpar Medan.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi:
Pusat Informasi Wisata: Mengelola alur informasi yang jelas bagi pengunjung.
Jasa Pemandu Lokal: Standarisasi etika dan pengetahuan konservasi.
Manajemen Logistik: Pengelolaan penyewaan tenda dan perlengkapan secara terorganisir.
Kelembagaan Pokdarwis: Memperkuat Kelompok Sadar Wisata agar pengelolaan jasa wisata lebih terstruktur dan transparan.
Salah satu misi utama program ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa pelayanan yang baik berbanding lurus dengan pelestarian lingkungan. Warga mulai memahami bahwa keberlanjutan ekonomi mereka sangat bergantung pada keasrian hutan Gunung Leuser.
Dengan layanan tambahan yang dikelola secara profesional, peluang usaha baru bagi masyarakat lokal pun terbuka lebar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan warga tanpa harus merusak ekosistem hutan.
"Penguatan layanan tambahan ini bukan hanya soal kenyamanan tamu, tapi soal menciptakan pariwisata yang berkelanjutan. Desa Sei Serdang punya potensi besar untuk menjadi model sukses ekowisata berbasis masyarakat di Indonesia," tambah mereka.
Ke depan, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut, terutama dalam pengembangan infrastruktur pendukung dan promosi digital, guna memastikan Sei Serdang siap menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara dengan standar layanan prima.
Oleh Tim PKM Politeknik Pariwisata Medan (Ikhlas Ramadhan, Osland Herijon Lingga, Muhammad Rizki Lubis, Budi Prayogi).
(JW/RZD)