Delegasi Lembaga Islam di Wilayah Konsulat Jenderal China Medan Kunjungi Istana Musim Panas Beijing

Delegasi Lembaga Islam di Wilayah Konsulat Jenderal China Medan Kunjungi Istana Musim Panas Beijing
Delegasi Lembaga Islam di Wilayah Konsulat Jenderal China Medan diabadikan saat mengunjungi Istana Musim Panas Beijing (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Beijing - Delegasi Lembaga-lembaga Islam dari wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan mengunjungi Istana Musim Panas pada Sabtu (16/5/2026) untuk mempelajari sejarah taman kekaisaran China serta budaya arsitektur tradisional kerajaan.

Istana Musim Panas yang terletak di bagian barat laut Beijing dibangun dengan lanskap utama Danau Kunming dan Bukit Panjang Umur. Kompleks ini dikenal sebagai salah satu taman kekaisaran paling lengkap yang masih terjaga di China dan dijuluki sebagai “Museum Taman Kerajaan”.

Kawasan tersebut memadukan konsep taman khas Jiangnan dengan gaya arsitektur tradisional kekaisaran China. Pada 1998, UNESCO menetapkan Istana Musim Panas sebagai Situs Warisan Dunia.

Pemandu wisata menjelaskan Beijing sejak dahulu berkembang mengikuti aliran sungai dan danau, sehingga sistem perairan memiliki peran penting dalam perkembangan kota. Area Istana Musim Panas awalnya merupakan kawasan danau alami dan perbukitan yang kemudian diperluas oleh berbagai dinasti hingga menjadi taman kerajaan berskala besar seperti saat ini.

Saat ini, luas kawasan Istana Musim Panas mencapai sekitar 300 hektare dengan Danau Kunming mencakup hampir tiga perempat area keseluruhan.

Menurut pemandu, tata letak utama Istana Musim Panas yang masih ada saat ini terbentuk pada masa Dinasti Qing, khususnya era Kaisar Qianlong. Pada masa itu, pemerintah Qing melakukan perluasan besar-besaran terhadap taman tersebut dan menamainya “Qingyiyuan”, yang menggambarkan air danau yang jernih dan tenang.

Bangunan, koridor panjang, istana, serta tata ruang taman di kawasan itu mencerminkan ciri khas seni taman kerajaan tradisional China.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi mengunjungi sejumlah lokasi seperti Aula Panjang Umur yang Gembira, Koridor Panjang, Danau Kunming, hingga beberapa area bekas tempat tinggal keluarga kerajaan.

Pemandu menjelaskan Aula Panjang Umur yang Gembira pada masa Dinasti Qing digunakan sebagai tempat kaisar menangani urusan pemerintahan dan menerima pejabat kerajaan. Tata ruang bangunan, ornamen naga dan burung phoenix, hingga kaligrafi tradisional di area tersebut memperlihatkan kuatnya budaya istana China kuno.

Delegasi juga mendapat penjelasan mengenai Koridor Panjang yang memiliki panjang sekitar 728 meter dan menjadi salah satu koridor taman klasik terpanjang yang masih ada di China. Lukisan-lukisan di sepanjang koridor menampilkan cerita sejarah tradisional China, pemandangan alam, tokoh-tokoh klasik, hingga legenda rakyat.

Selain itu, pemandu turut menjelaskan sejumlah kawasan taman kerajaan di Beijing bagian barat masih memiliki fungsi khusus hingga saat ini. Salah satunya kawasan Zhongnanhai yang berada di sebelah barat Kota Terlarang dan kini menjadi pusat pemerintahan China.

Melalui kunjungan tersebut, anggota delegasi juga mempelajari konsep tata kota tradisional China yang mengutamakan keseimbangan antara pegunungan dan sumber air, serta hubungan erat antara taman kerajaan dengan budaya tradisional China.

(NS/NS)

Baca Juga

Rekomendasi