Jajanan pasar tradisional hadir di pusat perbelanjaan modern di Medan. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Jajanan tradisional selama ini identik dengan pasar-pasar tradisional maupun lapak UMKM pinggir jalan. Aneka kue basah dan gorengan menjadi pemandangan yang akrab ditemui sejak pagi hari.
Namun kini, di tengah menjamurnya kafe dan dessert modern, suasana berbeda hadir di Kota Medan. Kue-kue tradisional yang biasanya dinikmati di sudut pasar mulai “naik kelas” dan masuk ke pusat perbelanjaan modern melalui konsep yang dihadirkan Gulojowo.
Setelah membuka outlet pertama di Mall Center Point, Gulojowo kini resmi membuka outlet keduanya di Sun Plaza, Medan. Konsep yang diusung sederhana, namun memiliki makna kuat: menghadirkan jajanan tradisional Nusantara agar tetap dekat dengan masyarakat masa kini, khususnya generasi muda.
Di etalase toko, berjejer puluhan jenis kue tradisional dengan tampilan yang dibuat lebih modern dan menarik. Mulai dari klepon, serabi solo, lemper, aneka bubur, gorengan, hingga berbagai jajanan khas Jawa bahkan jamu tradisional tersaji yang menggugah selera. Total ada sekitar 75 jenis kue yang dijual setiap harinya.
"Kami menyediakan sekitar 75 jenis kue tradisional dari seluruh Nusantara. Namun, kami memang lebih fokus menghadirkan kue-kue khas Jawa. Hal itu juga selaras dengan nama “Gulojowo”, sekaligus karena kami memiliki latar belakang keluarga berdarah Jawa," kata Manager Toko Gulojowo,Lilis, di Lantai LG Sun Plaza, Minggu (24/5/2026).
Bersama Owner Gulojowo, Kelly, Lilis menambahkan nama Gulojowo digunakan karena juga sebagian besar bahan utama kue yang digunakan juga identik dengan gula jawa, sehingga nama tersebut terasa sederhana namun sangat mewakili konsep.
"Konsep yang kami usung adalah membawa kue tradisional ke pasar modern, seperti mal dan pusat perbelanjaan. Sebelumnya kami cukup sering mengikuti bazar, dan ternyata antusias masyarakat Medan terhadap kue tradisional sangat baik. Dari situ muncul keinginan agar kue-kue tradisional ini bisa lebih mudah dinikmati masyarakat, khususnya generasi muda yang sekarang sudah jarang pergi ke pasar tradisional," ucapnya.
“Kami ingin kue tradisional ini bisa dinikmati orang-orang di mal. Karena sekarang banyak yang sudah jarang ke pasar, padahal jajanan tradisional itu punya rasa dan kenangan tersendiri,” sambungnya.
Bukan sekadar menjual makanan, Gulojowo juga mencoba menghadirkan nuansa nostalgia. Banyak resep yang digunakan merupakan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun. Bahkan, orang tua mereka masih ikut terlibat dalam proses produksi di balik layar.
Lilis menuturkan untuk target pasar, menyasar semua kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua. "Kami ingin menghadirkan kue tradisional yang tetap relevan dan menarik di tengah konsep pasar modern," ungkapnya.
Ada tiga menu signature yang paling ditampilkan yakni Gula Jahe, Klepon dan Serabi Solo. Di Medan sendiri, menu seperti ini masih cukup jarang ditemukan sehingga menjadi ciri khas.
Dari sisi harga, produk Gulojowo dibanderol mulai Rp7 ribu. "Kami juga mengemas produk dengan tampilan modern sehingga cocok dijadikan oleh-oleh maupun dinikmati saat berkunjung ke pusat perbelanjaan," sebutnya.
"Karena seluruh produk dibuat segar setiap hari tanpa pengawet, kue-kue tersebut memang harus habis dijual pada hari yang sama. Dalam sehari, produksi kami bisa mencapai ribuan kue untuk berbagai jenis menu," jelasnya.
Saat ini outlet ini menjadi outlet kedua di Medan. "Ke depan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati kue tradisional dengan konsep modern seperti yang kami hadirkan melalui Gulojowo," harapnya.
(WITA)