Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDIP Agus Setiawan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Anggota DPRD Kota Medan Agus Setiawan meminta Wali Kota Medan segera mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana karena dinilai lalai menjalankan tugasnya dalam mengantisipasi risiko pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Medan.
Permintaan tersebut disampaikan Agus Setiawan menyusul terjadinya insiden beberapa pohon tumbang di beberapa lokasi di Kota Medan akibat hujan deras yang melanda Kota Medan pada Rabu (3/6/2026) malam.
Menurut Agus, akibat kelalaian Melvi, seorang anak menjadi korban dan sangat membahayakan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan lainnya. “Saya sudah beberapa kali mengingatkan DLH Kota Medan untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang berisiko tumbang berdasarkan laporan dan masukan masyarakat. Namun peringatan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius dan sigap," ujar Agus Setiawan, Kamis (4/6/2026).
Menurut Agus, salah satu pohon tumbang terjadi di depan Kantor DPRD Kota Medan yang berpotensi membahayakan pengendara yang melintas. Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Pasar Merah Menteng yang menimpa sebuah becak bermotor (betor), serta di sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Medan.
Politisi tersebut menilai peristiwa itu seharusnya dapat dicegah apabila DLH Kota Medan lebih responsif terhadap berbagai laporan dan aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan melalui DPRD.
"Sangat sulit berkomunikasi dengan tim DLH, khususnya kepada Ibu Kepala Dinas, Melvi. Banyak laporan yang kami sampaikan agar mendapat perhatian, tetapi realisasinya sangat minim. Bahkan kurang dari 10 persen yang benar-benar dikerjakan, itu pun harus berulang kali diingatkan dan dikejar," katanya.
Agus menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan lemahnya respons dan koordinasi dalam penanganan pohon-pohon tua maupun pohon yang sudah berisiko tumbang di Kota Medan. Padahal, menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia meminta Wali Kota Medan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran DLH Kota Medan. Jika terbukti tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, Agus menilai pergantian pimpinan dinas perlu dilakukan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya meminta Wali Kota Medan untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Kalau memang tidak becus menjalankan tugas dan tidak mampu merespons berbagai persoalan yang sudah berkali-kali diingatkan, sebaiknya dicopot agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal," tegasnya.
Agus juga mempertanyakan tanggung jawab DLH atas berbagai kerugian yang ditimbulkan akibat pohon tumbang, mulai dari korban luka hingga kerusakan kendaraan milik warga. Menurutnya, potensi korban jiwa dapat terjadi apabila langkah-langkah antisipasi tidak segera dilakukan.
"Bagaimana tanggung jawab DLH jika ada korban, apalagi anak-anak yang menjadi korban akibat pohon tumbang? Belum lagi kerusakan kendaraan dan kerugian yang harus ditanggung masyarakat. Ini tidak boleh dianggap sepele," ujarnya.
Ia berharap kejadian pohon tumbang yang berulang kali terjadi di Kota Medan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan. Selain melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat terkait, Agus juga meminta dilakukan pendataan dan pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat, terutama menjelang musim hujan dan cuaca ekstrem.
"Kita tidak ingin kejadian serupa terus berulang. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pohon-pohon yang berisiko harus segera dipangkas atau ditangani sebelum menimbulkan korban," pungkasnya.
(NS)