Wa Pesek dan KWK Ajak Masyarakat Bangun Kepedulian untuk Selamatkan Sungai dan Lingkungan

Wa Pesek dan KWK Ajak Masyarakat Bangun Kepedulian untuk Selamatkan Sungai dan Lingkungan
Ketua DPP Wa Pesek, Muhammad Adlin Ginting (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Dewan Pimpinan Pusat Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek) mengajak masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kawasan bantaran sungai, sebagai langkah penting dalam mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Ketua DPP Wa Pesek, Muhammad Adlin Ginting, mengatakan Wa Pesek merupakan organisasi sosial yang lahir dari kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan di sekitarnya, mulai dari lingkungan, sosial, budaya, hingga ekonomi.

"Ini sebuah perkumpulan yang orientasinya kepada kegiatan-kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat," ujarnya, saat kegiatan penanaman 1000 pohon khas Melayu pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di bantaran Sungai Deli, tepatnya di Kawasan Hutan Kota, Jalan Eka Sama, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, komunitas tersebut mulai dibentuk pada masa pandemi Covid-19. Saat itu, banyak warga mengalami kesulitan ekonomi sehingga muncul inisiatif membuat gerakan berbagi dengan konsep "taruh semampunya dan ambil seperlunya".

Sejak memperoleh legalitas pada 2022, Wa Pesek telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, seperti membantu korban banjir dan kebakaran, donor darah, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, pangkas rambut gratis, hingga kegiatan olahraga dan pengajian rutin bagi masyarakat.

Dalam aktivitasnya, Wa Pesek juga memanfaatkan lahan di kawasan bantaran Sungai Deli yang sebelumnya tidak digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami berpatokan bahwa tanah memiliki fungsi sosial. Ketika ada lahan yang tidak dimanfaatkan, kami mencoba menggunakannya untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi masyarakat di kawasan bantaran sungai bukan sekadar keterbatasan fasilitas, tetapi minimnya kepedulian dari semua pihak.

"Yang dibutuhkan masyarakat di sini sebenarnya sederhana, yaitu rasa kepedulian. Bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah dan semua pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan ini," ujarnya.

Ia mengatakan kawasan tersebut kerap terdampak banjir sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjaga sungai dan merawat vegetasi yang telah ditanam. Menurutnya, kegiatan penghijauan tidak boleh berhenti pada penanaman semata, tetapi harus diikuti dengan perawatan yang berkelanjutan.

"Banyak orang menanam pohon, tetapi setelah itu dibiarkan tanpa perawatan. Padahal kepedulian itu juga berarti memastikan tanaman yang ditanam bisa tumbuh dan bertahan," katanya.

Adlin Ginting menilai bahwa kerusakan lingkungan dan meningkatnya risiko banjir merupakan akibat dari berkurangnya kepedulian terhadap sungai dan ruang hijau.

"Ketika orang tidak peduli terhadap sungai, jangan salahkan jika suatu saat sungai meluap dan banjir terjadi. Begitu juga ketika tanaman tidak dirawat, jangan heran jika lingkungan menjadi semakin panas," ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat lebih banyak melibatkan masyarakat dalam program-program pengelolaan lingkungan. Menurutnya, berbagai instansi dan sumber daya yang dimiliki pemerintah perlu diarahkan untuk mendukung kegiatan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai contoh, Wa Pesek pernah menjalankan program penebaran benih ikan di saluran air sebagai upaya menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan aman dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

"Kami ingin membuktikan bahwa jika lingkungan bersih dan aman, maka ikan bisa hidup dan berkembang. Dari situ juga bisa tumbuh aktivitas ekonomi masyarakat melalui usaha-usaha kecil," katanya.

Di akhir keterangannya, Adlin Ginting mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

"Kita yakin ketika kita peduli, maka semuanya akan menjadi lebih aman, tertib, dan bermanfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Humas Wa Pesek, Susi Sujari Eshab, mengatakan organisasi tersebut lahir dari semangat kepedulian terhadap masyarakat dan berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi banyak orang.

"Kami di sini memiliki kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di Medan Johor. Kami selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk orang banyak," ujarnya.

Menurut Susi, salah satu fokus utama Wa Pesek adalah meningkatkan peran perempuan di ruang publik. Ia menilai perempuan tidak hanya berperan di lingkungan rumah tangga, tetapi juga dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami ingin mengangkat harkat perempuan agar jangan hanya di rumah. Di sini perempuan bisa berkegiatan, berkembang, dan melakukan hal-hal positif untuk masyarakat," katanya.

Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah mendorong lahirnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola kaum ibu, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan penghasilan.

"Kami ingin ibu-ibu yang penghasilannya masih kurang bisa diarahkan dan dibentuk UMKM-nya sehingga memiliki kegiatan yang produktif," ujarnya.

Bendahara Umum DPP Wa Pesek, Mami Ponia, mengatakan semangat utama yang membuat para anggota terus bertahan dan aktif adalah rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya dalam memperkuat peran perempuan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berkontribusi kepada masyarakat. Di Wa Pesek kami banyak belajar dan menambah pengetahuan, tidak hanya berkutat pada urusan rumah tangga," katanya.

Selama ini, Wa Pesek secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, seperti khitanan massal, pengajian, senam mingguan, serta program-program kemasyarakatan lainnya.

Menurut Mami, seluruh kegiatan tersebut sebagian besar dijalankan secara mandiri dengan dukungan dan gotong royong para anggota.

"Kami tidak memiliki donor tetap. Banyak kegiatan yang kami lakukan berasal dari hasil swadaya anggota, bahkan dari sisa uang belanja yang kami sisihkan untuk kegiatan kemanusiaan," ujarnya.

Saat ini, Wa Pesek memiliki lebih dari seratus anggota yang tidak hanya berasal dari Medan Johor, tetapi juga dari berbagai wilayah lain. Organisasi tersebut juga telah memiliki kepengurusan di tingkat daerah.

Wa Pesek berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan mereka karena diyakini dapat memberikan dampak sosial sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya kaum ibu.

"Kalau semakin banyak orang datang dan terlibat, tentu ini bisa meningkatkan ekonomi ibu-ibu. Mayoritas anggota kami adalah perempuan yang tetap ingin produktif dan berguna bagi masyarakat," katanya.

Selain itu, Wa Pesek juga berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan dan melibatkan organisasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan.

"Kami berharap pemerintah, baik gubernur maupun wali kota, dapat melihat dan mengikutsertakan Wa Pesek dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Kami juga berharap suara-suara perempuan lebih didengar," ujarnya.

Wa Pesek juga menyampaikan kelompok UMKM yang mereka bina telah mengembangkan berbagai usaha, mulai dari jasa katering hingga usaha penyediaan perlengkapan kegiatan masyarakat.

"Kami ingin dilibatkan karena kami sudah bergerak secara mandiri. Dengan dukungan yang lebih besar, kami yakin bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.

Ketua Komunitas Warga Kanal, Edy Siswanto, mengatakan program penghijauan menjadi langkah penting untuk mengembalikan kondisi Sungai Deli agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami berharap Sungai Deli ini bisa kembali seperti semula sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Medan, karena sungai ini merupakan bagian penting dari wilayah Kota Medan," ujarnya.

Selain itu, Edy juga berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi komunitas dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan untuk terlibat aktif dalam menjaga dan merawat Sungai Deli.

Ia menilai masih banyak persoalan yang perlu dibenahi di kawasan sungai, termasuk adanya sejumlah titik yang mengalami pembetonan. Menurutnya, kondisi tersebut mengurangi daya resap air dan berpotensi mengganggu keberlangsungan vegetasi di sekitar sungai.

"Karena ada beberapa titik terjadi pembetonan-pembetonan sehingga sudah tidak lagi menjadi resapan air, tetapi sudah langsung beton. Hal itu mungkin sangat mengganggu kenyamanan tanaman-tanaman yang berkaitan dengan lingkungan," katanya.

Komunitas Warga Kanal berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan berbagai lembaga pemerhati lingkungan dapat terus diperkuat untuk mendukung upaya restorasi Sungai Deli dan menjaga keberlanjutan ekosistemnya.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi