Wasbang Lily: Gotong-royong Ciri Khas Bangsa yang Sudah Mulai Terkikis (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Bergotong royong adalah salah satu ciri khas bangsa Indonesia. Sayangnya, hal ini semakin hari semakin terkikis di tengah masyarakat kita.
"Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi wawasan kebangsaan agar rasa nasionalisme kita lebih tinggi, rasa cinta tanah air kita lebih tinggi. Kalau kita lupa lama lama rasa nasionalisme itu semakin terkikis," tegas anggota DPRD Medan Dr Lily MBA pada Pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ke–2 Tahun 2026 yang digelar di Jalan Jawa, Sei Sikambing, Medan Helvetia, Minggu (21/6/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu mengilustrasikan bahwa saat ini gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas bangsa, kini banyak warga tidak mau ambil bagian. Padahal, gotong royong itu bisa menjadi wadah silaturahmi yang merupakan ciri khas dari rakyat Indonesia. Selain suka berkumpul, suka bermusyawarah dan mengemukakan pendapat.
"Seperti kejadian di Kelurahan Sei Sikambing C–II dan diakui Kasi Trantib Kecamatan Medan Helvetia, ada gotong royong di depan rumah, namun warga tidak mau keluar, malah memilih tidur. Kondisi ini menunjukan rasa nasionalisme itu sudah semakin menipis. Ini harus dihindari," papar Lily.
Di kesempatan itu, anggota Komisi II DPRD Medan itu menjabarkan bahwa Pancasila itu merupakan landasan filosofi tentang dasar dan tujuan bernegara Indonesia. Pancasila itu merupakan ideologi dan pandangan hidup bangsa yang menyatukan tanah air Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Lalu, cara pandang Indonesia terhadap dunia ikut melaksanakan ketertiban dunia dan menjadikan Indonesia sebagai taman saling dunia.
"Pancasila juga merupakan nafas perjuangan yang digerakan oleh kesadaran Indonesia yang berbangsa serta bertanah air dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia yang menjadi sumpah dari para Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pancasila ini pertama kali dicetuskan oleh Ir Soekarno yang menjadi presiden pertama Indonesia," jelasnya.
Dikarenakan Pancasila yang menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia ini sangat penting, dulu mulai sekolah TK, SD sudah belajar dengan mata Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Di bangku SMP, SMA dan kuliah juga harus mengikuti Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P–4) yang kini digaungkan kembali dengan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila.
(MC/RZD)