David Roni Sinaga (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Anggota DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga SE, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dianggap sepele. Karena sampah memiliki dampak besar terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Bahkan, salah satu penyebab banjir yang melanda Kota Medan disebabkan banyaknya sampah dibuang sembarangan, terutama ke sungai dan drainase.
“Perda ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Sampah yang menumpuk di sungai dan parit menjadi salah satu faktor utama prnyebab banjir. Jadi sehebat apa pun upaya pemerintah menangani banjir, tidak akan maksimal jika masyarakat tidak berperan dalam.menjaga kebersihan lingkungan,” ujar David Roni Ganda saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan M Nawi, Gang Rela, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Minggu (14/6/2026),yang turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Denai, Aziz Ahmad, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, M Indra, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Medan Denai.
Sekretaris Komisi III DPRD Medan itu juga tak lupa mengajak masyarakat agar membangun kesadaran bersama dalam mengelola sampah dan membuangnya pada tempat yang disediakan.
Politisi PDI Perjuangan itu turut menyoroti masih ditemukannya berbagai jenis sampah rumah tangga hingga barang-barang bekas berukuran besar yang dibuang ke sungai. Kondisi tersebut, tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga menghambat aliran air.
Di kesempatan itu, David berharap sosialisasi tersebut jangan hanya sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Jangan jadikan kegiatan ini sekadar formalitas. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memberikan masukan dan saran yang konstruktif demi kemajuan Kota Medan,” sebutnya.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Medan Denai, Aziz Ahmad, mengungkapkan bahwa pihak kecamatan saat ini memiliki 13 unit armada pengangkut sampah yang digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Namun, dari jumlah tersebut, tiga unit armada sudah mengalami kerusakan dan membutuhkan peremajaan agar pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih optimal.
"Kami berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," tutupnya.
(MC/RZD)