Tekan Angka Kecelakaan, MBT Gelar Sosialisasi Bahaya ODOL dan Microsleep di Tol Medan-Binjai (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - PT Medan Binjai Toll (MBT) bersama PT Hakaaston (HKA) menggelar aksi nyata untuk meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol. Melibatkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumut, Dinas Perhubungan Kota Binjai, dan Kepolisian PJR Ruas Medan-Binjai, mereka melaksanakan sosialisasi intensif mengenai bahaya kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) serta bahaya mengantuk (microsleep) saat berkendara.
Kegiatan yang berpusat di Gerbang Tol Binjai ini diawali dengan pemeriksaan berat muatan kendaraan serta pengecekan dokumen perjalanan secara langsung di lapangan.
Manager Teknik Operasi dan Pemeliharaan PT Medan Binjai Toll, Abdul Arif Amrulloh mengatakan bahwa agenda ini merupakan langkah preventif demi menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu, langkah ini juga penting untuk menjaga infrastruktur jalan tol dari kerusakan dini.
"Kendaraan ODOL ini sangat berbahaya dan berpotensi merusak infrastruktur jalan. Kami ingin mengedukasi sopir untuk tidak membawa muatan berlebih dan mengecek kelayakan kendaraan seperti rem, kondisi ban, dan dokumen perjalanannya," jelas Arif pada Selasa (23/6).
Dalam operasi yang berlangsung, petugas memeriksa lebih dari 20 kendaraan angkutan barang. Hasilnya cukup mengejutkan, sebanyak 16 kendaraan dinyatakan melanggar aturan ODOL dengan rata-rata kelebihan muatan mencapai 37 persen.
Melihat realita di lapangan di mana para sopir mengaku hanya mengikuti instruksi pihak pengirim, Arif menegaskan bahwa edukasi ke depan harus menyasar hulu industri.
"Ke depan kami berencana akan melaksanakan sosialisasi kepada pemilik usaha atau pabrik, karena sopir mengaku hanya menjalankan pengangkutan yang sudah ditentukan pabrik," tambahnya.
Tidak hanya fokus pada tonase kendaraan, MBT juga mengantisipasi faktor kelalaian manusia melalui operasi microsleep (mengantuk). Dalam giat ini, petugas gabungan melakukan wawancara langsung kepada pengguna jalan, memeriksa fungsi lampu belakang kendaraan, hingga membagikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi bagi pengendara yang tertib.
Langkah ini mendapat respons positif dari para pengguna jalan. Riandi, salah seorang sopir yang kerap melintas di malam hari, mengaku sangat terbantu dengan adanya kampanye keselamatan berkendara yang rutin diadakan ini.
"Saya berterima kasih sudah ada kegiatan antisipasi mengantuk seperti ini, karena penting untuk kami yang kerjanya sopir yang memulai perjalanan di malam hari. Dua kali saya ikut kegiatan ini karena kebetulan memang masuknya lewat Gerbang Tol Binjai," ungkap Riandi.
Menutup kegiatan tersebut, PT Medan Binjai Toll kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan barang agar selalu pastikan muatan dan dimensi kendaraan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Manfaatkan fasilitas Rest Area KM 10 untuk beristirahat jika mulai merasa lelah atau mengantuk. Pastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik (e-toll) guna menghindari antrean dan kepadatan di gerbang keluar.
Bagi pengguna jalan yang mengalami keluhan atau melihat tindakan kriminal di area jalan tol, PT MBT meminta masyarakat untuk segera menghubungi Call Centre Tol Medan Binjai di nomor 0811-6072-266.
(DEL)