Sambangi Veteran LVRI Binjai, M Yusuf: Kemerdekaan Tak Lahir dari Kemudahan (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Binjai – Kemerdekaan Indonesia yang dinikmati generasi hari ini bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Karena itu, mengenang jasa para veteran tidak cukup hanya dengan upacara dan seremoni, tetapi harus diwujudkan dengan menjaga nilai-nilai perjuangan dan mewariskannya kepada generasi penerus.
Pesan itu disampaikan Anggota DPRD Sumatera Utara, M Yusuf SH, saat menyambangi Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Binjai di Jalan Samanhudi, Jumat (8/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-77 LVRI yang diperingati 10 Agustus 2026.
M Yusuf yang akrab disapa Ucok Aank hadir membawa bantuan sembako dan tali asih bagi para veteran. Bantuan tersebut diterima langsung Ketua LVRI Kota Binjai, Tarwan.
Namun bagi M Yusuf, bantuan tersebut bukanlah ukuran untuk membalas jasa para veteran. Nilai terbesar dari pertemuan itu justru terletak pada penghormatan dan upaya menjaga agar kisah perjuangan para pejuang tidak hilang ditelan zaman.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran LVRI Kota Binjai yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak lahir begitu saja, tetapi melalui pengorbanan dan perjuangan panjang para pendahulu bangsa,” kata M Yusuf.
Politisi Golkar itu mengatakan, apa yang diberikan kepada para veteran mungkin tidak sebanding dengan pengorbanan yang telah mereka berikan kepada bangsa dan negara.
Para pejuang, katanya, telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan jiwa dan raga demi satu cita-cita besar, yakni kemerdekaan Indonesia.
“Apa yang kami berikan hari ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang telah Bapak-Ibu veteran berikan kepada bangsa ini. Karena itu, tugas kita sekarang adalah menjaga kemerdekaan tersebut dan mengisinya dengan pembangunan serta hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut M Yusuf, penghormatan kepada veteran juga harus diwujudkan dengan memastikan generasi muda memahami sejarah bangsanya.
Ia mengingatkan, jangan sampai kemerdekaan hanya dipahami sebagai sebuah perayaan tahunan atau sekadar tanggal merah pada kalender. Di balik kemerdekaan terdapat sejarah panjang tentang keberanian, persatuan dan pengorbanan.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal kemerdekaan sebagai sebuah tanggal merah. Generasi muda harus memahami bahwa di balik kemerdekaan ada sejarah, ada perjuangan, ada pengorbanan, dan ada nilai kebangsaan yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Karena itu, M Yusuf mengajak para veteran untuk terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Pengalaman dan kisah perjuangan mereka dinilai sangat penting untuk membentuk karakter anak bangsa di tengah perubahan zaman.
“Para veteran adalah bagian penting dari sejarah hidup bangsa yang harus kita hormati dan kita dengarkan,” ungkapnya.
Veteran Diajak Dampingi Pelajar Napak Tilas
Kepedulian terhadap generasi muda juga diwujudkan M Yusuf dengan mengajak LVRI Kota Binjai terlibat dalam kegiatan Napak Tilas Perjuangan yang dijadwalkan berlangsung 16 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut akan melibatkan pelajar tingkat SMA sederajat dari Kota Binjai hingga Kabupaten Langkat.
Menurut Yusuf, keterlibatan para veteran dalam napak tilas tersebut sangat penting agar kegiatan tidak berhenti sebagai seremoni menyambut HUT Kemerdekaan.
Para pelajar diharapkan dapat belajar langsung mengenai sejarah perjuangan bangsa sekaligus mendengarkan pengalaman dari mereka yang pernah berada dalam bagian perjalanan sejarah Indonesia.
“Napak tilas ini bukan hanya kegiatan berjalan bersama. Kita ingin anak-anak SMA sederajat memahami bagaimana perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan. Generasi muda harus tahu bahwa bangsa ini dibangun dengan semangat persatuan, keberanian, dan pengorbanan,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar.
Menurutnya, pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap Indonesia.
“Kita ingin menanamkan kembali rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. Mereka adalah penerus bangsa. Kalau nilai perjuangan, persatuan, dan kebangsaan sudah tertanam sejak sekolah, saya yakin mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua LVRI Kota Binjai, Tarwan, menyambut baik kunjungan M Yusuf. Ia menilai silaturahmi tersebut menjadi bentuk perhatian generasi penerus kepada para veteran sekaligus mempererat hubungan antargenerasi.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan nilai-nilai perjuangan tidak terputus. Para veteran memiliki pengalaman sejarah, sementara generasi muda memiliki masa depan bangsa.
Ketika keduanya dipertemukan, semangat perjuangan masa lalu dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Bagi M Yusuf, menghormati veteran pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Lebih dari itu, menghormati veteran berarti memastikan pengorbanan para pejuang memiliki makna bagi masa depan.
Sebab, kemerdekaan yang diwariskan para pejuang bukan untuk sekadar dinikmati, tetapi harus dijaga, diisi dan diteruskan dengan karya nyata untuk bangsa dan masyarakat.
(NAI/NAI)











