Gebyar Muharram 1448 H, Ahmad Darwis Teguhkan Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial

Gebyar Muharram 1448 H, Ahmad Darwis Teguhkan Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial
Gebyar Muharram 1448 H, Ahmad Darwis Teguhkan Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PKS, Dr. H. Ahmad Darwis, S.Ag., M.A., untuk mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi membangun kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Semangat Muharram memang secara luas diperingati sebagai momen refleksi, pembaruan diri, dan penguatan persaudaraan umat Islam.

Rangkaian Gebyar Muharram 1448 Hijriah yang diisi dengan Tablig Akbar dan Khitanan Massal digelar Ahmad Darwis dengan Panitia Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Medan Johor (JPRMI) kota Medan, Pengurus MT Baitul Jannah Medan, dan Tim Medis Fak Kedokteran HMI Kom USU,
Kamis (25/6/2026) di Jalan Eka Sama, Medan Johor.
Ustaz Darwis menegaskan bahwa makna hijrah tidak cukup hanya dipahami sebagai perpindahan secara fisik ataupun seremonial keagamaan. Lebih dari itu, hijrah harus diwujudkan dalam perubahan sikap menuju pribadi yang lebih peduli, lebih bermanfaat, dan lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari berdirinya gedung, jalan, maupun infrastruktur lainnya. Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasakan hadirnya nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan yang mampu menguatkan kehidupan sosial.
"Pembangunan harus menyentuh hati masyarakat. Infrastruktur memang penting, tetapi membangun karakter, memperkuat pembinaan umat, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa," ujar Ahmad Darwis.
Ia mengatakan, kegiatan khitanan massal gratis yang dilaksanakan dalam rangka Gebyar Muharram merupakan bentuk pelayanan sosial yang secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain membantu meringankan beban ekonomi keluarga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakat melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.
Bagi Ahmad Darwis, kehadiran seorang wakil rakyat harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Aspirasi yang diterima dari warga harus diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
"Pemimpin tidak cukup hanya mendengar keluhan masyarakat. Kepemimpinan yang sesungguhnya adalah ketika mampu menghadirkan solusi, memberikan pelayanan, dan membawa manfaat yang dapat dirasakan secara nyata," tegasnya.
Ia berharap semangat berbagi yang lahir dari momentum Muharram tidak berhenti pada satu kegiatan semata, tetapi menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Kepedulian terhadap fakir miskin, anak-anak, kaum dhuafa, dan sesama yang membutuhkan merupakan bagian dari nilai luhur Islam yang harus terus dipelihara.
Ahmad Darwis juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun Sumatera Utara yang lebih religius, harmonis, dan sejahtera.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana membangun masyarakat yang memiliki karakter kuat, toleran, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Gebyar Muharram 1448 Hijriah pun menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan aksi sosial. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, kegiatan seperti tabligh akbar dan khitanan massal menjadi pengingat bahwa kepedulian merupakan kekuatan besar dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Mengusung tema "Hijrah Menuju Kebaikan, Berbagi Kebahagiaan untuk Generasi Masa Depan," Ahmad Darwis berharap semangat Muharram mampu melahirkan gerakan bersama untuk saling membantu, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
"Ketika pembangunan fisik berjalan berdampingan dengan pembangunan moral, pembinaan umat, dan kepedulian sosial, maka yang lahir bukan hanya daerah yang maju, tetapi juga masyarakat yang berakhlak, berdaya, dan saling menguatkan. Itulah esensi hijrah yang ingin kita wujudkan bersama," pungkasnya.
(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi