BRIN dan FKIP UMTS Gelar Lokakarya Dokumentasi Bahasa Batak Angkola (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Padangsidimpuan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Ketua Tim Peneliti Dr. Risa Mufliharsi, M.Pd., bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar Lokakarya Dokumentasi Bahasa selama dua hari, 29–30 Juni 2026, di Ruang Rapat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMTS.
Kegiatan ini merupakan bagian dari riset pengembangan bahan ajar Bahasa Batak Angkola dalam pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu. Peserta merupakan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan perwakilan mahasiswa setiap prodi. Kegiatan ini telah mendapatkan persetujuan dari Rektor UMTS pada Jumat, 26 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, S.E.I., M.A., menyampaikan “Agar kerja sama antara UMTS dan BRIN dapat terus berlanjut serta dikembangkan melalui kolaborasi pada bidang-bidang lainnya”.
Lokakarya menghadirkan narasumber Dr. Risa Mufliharsi, M.Pd., Satwiko Budiono, M.Hum., dan Taufan Jaya, S.Pd., M.Hum., serta diikuti dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UMTS. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor III dan Dekan FKIP UMTS.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMTS, Eli Marlina Harahap, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terjalinnya kerja sama antara UMTS dan BRIN.
“Kami mendukung penuh kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam pelestarian bahasa daerah sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Tim Peneliti BRIN, Dr. Risa Mufliharsi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan bahan ajar Bahasa Batak Angkola berbasis bahasa ibu bagi siswa sekolah dasar.
Menurutnya, dokumentasi bahasa menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus menyediakan sumber belajar yang berakar pada budaya lokal.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Satwiko Budiono, M.Hum., menyampaikan mengenai pengantar dokumentasi bahasa serta pemanfaatan data hasil dokumentasi. Ia menjelaskan pentingnya dokumentasi bahasa sebagai upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus sumber data bagi penelitian dan pengembangan bahan ajar.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Salah seorang peserta menanyakan bagaimana peneliti memastikan data bahasa tetap valid meskipun terdapat perbedaan dialek di berbagai wilayah Angkola.
Menanggapi hal tersebut, Satwiko Budiono, M.Hum., menjelaskan bahwa setiap dialek merupakan bagian dari kekayaan bahasa yang perlu didokumentasikan. Oleh karena itu, setiap data dilengkapi metadata, seperti identitas penutur, asal daerah, dan situasi penggunaan bahasa, kemudian diverifikasi bersama penutur asli sehingga keakuratan data tetap terjaga.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada sesi praktik yang dipandu oleh Taufan Jaya, S.Pd., M.Hum. Peserta dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing terdiri atas tiga orang untuk mempraktikkan perekaman data bahasa, pembuatan metadata, serta transkripsi hasil rekaman melalui aplikasi ELAN yang dilaksanakan dalam dua tahap.
Selain melakukan simulasi wawancara dan mengoperasikan alat perekam, setiap kelompok juga menyimak hasil rekaman, mentranskripsikan, dan menerjemahkan tuturan Bahasa Batak Angkola ke dalam bahasa Indonesia sebelum mempresentasikan hasilnya di hadapan peserta lain.
Saat membimbing praktik, Taufan Jaya menekankan pentingnya memperoleh data kebahasaan yang alami. “Sebuah perekaman sebaiknya memuat apa yang dialami oleh penutur dalam sebuah setting kejadian,” ujarnya.
Kerja sama antarpeserta terlihat selama praktik berlangsung. Setiap kelompok saling berbagi tugas sesuai perannya, kemudian mempresentasikan hasil transkripsi di hadapan peserta lainnya.
Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai seluruh tahapan dokumentasi bahasa, mulai dari pengumpulan data hingga pengolahannya menjadi data linguistik yang siap dimanfaatkan untuk penelitian.
Mewakili peserta, Cindy Azelia dari prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menyampaikan bahwa lokakarya tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami dokumentasi bahasa secara langsung.
“Kami tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik mulai dari wawancara, perekaman, pencatatan metadata, hingga transkripsi menggunakan aplikasi ELAN. Kegiatan ini menambah wawasan kami sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan Bahasa Batak Angkola melalui pendekatan ilmiah dan teknologi,” ujarnya.
Penelitian ini melibatkan lima mahasiswa sebagai pembantu lapangan, terdiri atas tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Cindy Azelia, Dinda Hafizah, dan Rodyah Ulfah Siregar) dan dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Anggina Syahrina Daulay dan Devita Sari Harahap).
Seluruh kegiatan lapangan dikoordinasikan langsung oleh Ibu Nikmah Sari Hasibuan, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Melalui kegiatan ini, tim BRIN berharap hasil dokumentasi bahasa dapat menjadi dasar penyusunan bahan ajar Bahasa Batak Angkola bagi siswa sekolah dasar sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pelestarian bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ini sudah terlebih dahulu dikomunikasikan dan disetujui oleh Dr. Katubi, M. Hum selaku Kepala Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra BRIN
(REL/RZD)