Kemenkeu Kembali Percayakan UISU Kelola Beasiswa Manajemen Kelapa Sawit

Kemenkeu Kembali Percayakan UISU Kelola Beasiswa Manajemen Kelapa Sawit
Dirjen Perkebunan Kementan, Dr. Ir. Ali Jamil, MSi, PhD dan Sandhi Radil Furqon, mahasiswa Beasiswa BPDP Kelas Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit FP UISU angkatan 2024 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), kembali mempercayai Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengelola Beasiswa Manajemen Kelapa Sawit untuk Strata Satu (S1) Prodi Agroteknologi dan Agribisnis di tahun ke-3.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Pengembangan Kampus T. Daudsyah, SH, MH didampingi Sekretaris Bidang Pengembangan Kampus M. Sholahuddin Nasution, SE, MSi (Han).

"Alhamdulillah, UISU kembali dipercaya pemerintah melalui BPDP-Kemenkeu untuk tahun ke-3. Ini merupakan bukti nyata kepercayaan pemerintah kepada UISU yang merupakan PTS pelopor di luar pulau Jawa," terang Daud, Minggu (5/7).

Dikatakan, Yayasan Wakaf UISU dan Pimpinan Akademik UISU mulai dari rektor dan para wakil rektor, Dekan Fakultas Pertanian, hingga Kepala Prodi S1 Agroteknologi dan Agribisnis, terus melakukan evaluasi untuk pembenahan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan program ini.

Sholahuddin Nasution yang juga Ketua Pokja BPDB menambahkan, alhamdulillah sejak 2024 UISU mendapatkan amanah dari BPDP Kemenkeu untuk menyelenggarakan kelas manajemen kelapa sawit. Terhadap masukan kepada kami baik dari BPDP, mahasiswa maupun dari sivitas akademika UISU, kami terus menyempurnakan tata kelola akademik maupun non-akademik.

"Alhamdulillah di tahun ke-3 ini, UISU menjadi role model pelaksanaan kelas manajemen kelapa sawit. Ini semua karena kesolidan dan kerja sama antara yayasan dengan pimpinan akademik mulai dari universitas, Fakultas Pertanian hingga Prodi. Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor UISU, Prof Dr Safrida, SE, MSi," sebutnya.

Disinggung kesiapan UISU jika kuota beasiswa ditingkatkan dari 60 mahasiswa menjadi 120 mahasiswa, Sholahuddin Nasution menegaskan, insya Allah UISU sangat siap menampung 120 mahasiswa baik dari segi sarana prasarana (sapras) maupun sumber daya manusia (SDM) dosen dan tenaga pendidik (tendik). Sebab, Yayasan Wakaf UISU telah menyiapkan asrama bagi mahasiswa BPDP dengan daya tampung yang sudah ditingkatkan untuk 200 mahasiswa.

"Fasilitas asrama juga sudah kita penuhi melampaui standar BPDP. Tidak kalah penting untuk membangun mental peserta didik, UISU juga sudah menyiapkan tim Bintalfisdis yang telah teruji," tegasnya.

Mahasiswa kelas manajemen kelapa sawit, Shandi, membenarkan hal ini. "Asrama UISU dari sisi sarpras dan kurikulumnya sangat ideal mejadi kawah candradimuka pembentukan karakter kami sebelum terjun ke dunia kerja. Di asrama terjadi pemupukan rasa kesatuan dan persatuan, asrama juga menjadi melting point dari berbagai latar belakang mahasiswa penerima beasiswa. Saya rasa ini menghadirkan iklim postif dalam rangka menunjang performa akademik kami," tuturnya.

Terpisah, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Ali Jamil, MSi, PhD, selaku penilai kelayakan perguruan tinggi (PT) pengelola beasiswa kelas manajemen kelapa sawit mengatakan, seluruh PT yang mendapat amanah pengelolaan beasiswa berdasarkan penilaian dari BPDP.

"Kami kembali memberikan kepercayaan kepada UISU karena pertimbangan kemampuan dan peningkatan kualitas menjalankan program ini. Kualitas tersebut dalam hal tata kelola akademik dan non-akademik yang grafiknya meningkat. Insya Allah kerja sama pemerintah dengan UISU dalam menjalankan program BPDP akan terus berlanjut dan ditingkatkan," pungkasnya.

(HEN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi