Keripik Tempe Daun Kelor Binaan Dosen USU Bidik Gerai Indomaret dan Pasar Internasional (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas usaha.
Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi, Kurasi, dan Penjajakan Kerja Sama Penitipan Produk UMKM di Gerai Indomaret yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Langkat bekerja sama dengan Indomaret, bertempat di Ruang Pola Bawah Kantor Bupati Langkat, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pemasaran sekaligus membuka peluang agar produk lokal dapat memasuki jaringan ritel modern.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Langkat yang membawa produk unggulan masing-masing untuk mengikuti proses kurasi.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Kabupaten Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat berkomitmen penuh dalam mendukung perkembangan UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Menurutnya, produk-produk lokal Kabupaten Langkat memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain, sehingga perlu terus didorong agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Ia berharap seluruh pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas produk, legalitas usaha, inovasi kemasan, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, produk UMKM Kabupaten Langkat diharapkan mampu menembus jaringan ritel modern dan menjadi produk unggulan yang dikenal secara luas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Langkat yang memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha selama proses sosialisasi dan kurasi.
Kegiatan ini juga menjadi sarana konsultasi bagi peserta untuk mengetahui standar yang harus dipenuhi agar produk mereka dapat diterima di jaringan minimarket modern.
Salah satu produk yang mencuri perhatian pada kegiatan tersebut adalah Keripik Tempe Daun Kelor, produk unggulan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari Kelurahan Kwala Bingai.
Produk ini merupakan hasil pendampingan tim dosen Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2025.
Tim pendamping terdiri atas Nur Ulina Warnisyah Br. Sebayang, M.Agr. dan Putri Chandra Ayu, S.TP., M.Si. dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara serta Ecia Meilonna Koka, S.K.M., M.Kes. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Melalui program pengabdian tersebut, tim dosen melakukan pendampingan secara intensif mulai dari pengembangan formulasi produk, peningkatan kualitas produksi, penyusunan desain kemasan, penguatan legalitas usaha, strategi pemasaran, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses produksi.
Keripik Tempe Daun Kelor dikembangkan sebagai produk pangan fungsional yang memadukan tempe sebagai sumber protein nabati dengan daun kelor yang kaya vitamin, mineral, zat besi, kalsium, serta antioksidan.
Keripik Tempe Daun Kelor Binaan Dosen USU Bidik Gerai Indomaret dan Pasar Internasional
Kombinasi tersebut menjadikan produk ini tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi kesehatan sehingga memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang semakin mengutamakan pangan sehat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari Zaitun, perwakilan Indomaret, yang menjelaskan berbagai persyaratan agar produk UMKM dapat dipasarkan di jaringan ritel modern. Materi meliputi standar kualitas produk, kelengkapan legalitas, desain kemasan yang menarik, konsistensi produksi, hingga sistem distribusi yang harus dipenuhi oleh setiap pelaku usaha.
Melalui sesi tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan yang harus dilalui sebelum produk dapat dipasarkan di gerai Indomaret.
Selain itu, dosen Jurusan Tata Boga Universitas Negeri Medan, Mawadda Azizah Sari Waruwu, M.Kes., turut memberikan materi mengenai inovasi produk pangan, pengembangan kualitas olahan berbasis pangan lokal, serta pentingnya menjaga mutu dan keamanan pangan agar mampu bersaing pada pasar yang lebih luas. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Ketua tim pengabdian, Nur Ulina Warnisyah Br. Sebayang, M.Agr., menyampaikan bahwa keikutsertaan Daycare Lansia Aisyiyah Mentari dalam kegiatan kurasi ini merupakan salah satu langkah strategis dalam memperluas jaringan pemasaran produk binaan.
Menurutnya, keberhasilan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam membangun jejaring dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat. Perguruan tinggi memiliki peran dalam menghadirkan inovasi dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan, pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi, sementara dunia usaha membuka akses pasar. Apabila ketiga unsur ini berjalan secara harmonis, maka UMKM akan mampu tumbuh menjadi usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Program Hibah BIMA Kemendiktisaintek telah memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan masyarakat. Selama satu tahun pelaksanaan program, Daycare Lansia Aisyiyah Mentari tidak hanya memperoleh peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga mengalami peningkatan kemampuan manajerial, kualitas produk, dan pemasaran.
“Capaian yang paling membanggakan adalah dalam kurun waktu satu tahun, kelompok mitra telah berhasil memproduksi lebih dari 10.000 pcs Keripik Tempe Daun Kelor. Produk ini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa produk lokal yang dikembangkan melalui pendampingan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk berkembang,” katanya.
Nur Ulina optimistis bahwa melalui kegiatan kurasi bersama Indomaret, Keripik Tempe Daun Kelor memiliki peluang untuk memasuki jaringan ritel modern. Apabila seluruh persyaratan administrasi dan teknis dapat dipenuhi, maka produk tersebut akan memiliki akses pasar yang jauh lebih luas sehingga mampu meningkatkan pendapatan kelompok usaha sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak akan berhenti pada pasar nasional. Dengan terus melakukan inovasi produk, menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, serta memenuhi berbagai standar keamanan pangan, Keripik Tempe Daun Kelor diyakini memiliki peluang untuk memasuki pasar ekspor sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Langkat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek melalui Program Hibah BIMA Tahun 2025 yang telah mendukung kegiatan pengabdian ini. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Langkat, Dinas Koperasi dan UKM, Indomaret, serta seluruh pihak yang telah memberikan ruang bagi UMKM binaan untuk berkembang. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” tutupnya.
(RZD)