Analisadaily.com, Tanjung Balai - BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Tanjungbalai mendorong percepatan perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Langkah itu dilakukan melalui sosialisasi optimalisasi pendaftaran pekerja jasa konstruksi dan penyebarluasan UU Nomor 2 Tahun 2026 tentang perlindungan bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT)
Kegiatan digelar di Aula Thamrin Munthe, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (16/7/2026). Hadir Sekda Kota Tanjungbalai, Asisten II, kepala OPD, dan kepala puskesmas.
Berdasarkan data BPS hingga Juni 2026, potensi pekerja di Tanjungbalai mencapai 86.562 orang. Namun baru 19.792 pekerja atau 22,86 persen yang terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sementara 66.770 pekerja atau 77,14 persen lainnya belum terlindungi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Ferina Burhan, mengatakan rendahnya capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) menjadi tantangan sekaligus peluang.
"Data ini menunjukkan masih banyak pekerja di Kota Tanjungbalai yang belum terlindungi. Karena itu kami terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai agar setiap pekerja, baik formal maupun informal, termasuk pekerja konstruksi dan PRT, dapat memperoleh hak atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Ferina.
Dalam sosialisasi tersebut, penyedia jasa konstruksi diminta patuh mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya. Hal ini juga mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Tanjungbalai Nomor 560/3004 tentang perlindungan pekerja sektor jasa konstruksi.
Sekda Kota Tanjungbalai juga menginstruksikan seluruh ASN untuk berpartisipasi dalam Program Sejahterakan Pekerja di Sekitar Anda (SERTAKAN) dengan mendaftarkan PRT dan pekerja rentan di lingkungan masing-masing.
Ferina menambahkan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berupa santunan kecelakaan kerja dan kematian, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarga.
"Kami mengapresiasi komitmen Pemkot Tanjungbalai. Dengan kolaborasi seluruh OPD, penyedia jasa, dan ASN melalui Program SERTAKAN, kami optimistis jumlah pekerja terlindungi akan terus meningkat," katanya.











