Tertimbun di Lantai Dua, Jenazah Perempuan Korban Ledakan Grand Polonia Berhasil Dievakuasi

Tertimbun di Lantai Dua, Jenazah Perempuan Korban Ledakan Grand Polonia Berhasil Dievakuasi
Tertimbun di Lantai Dua, Jenazah Perempuan Korban Ledakan Grand Polonia Berhasil Dievakuasi (Analisadaily/Jafar Wijaya)

Analisadaily.com, Medan - Upaya pencarian dan evakuasi korban ledakan rumah bertingkat terus membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil menemu-evakuasi satu jenazah perempuan dari reruntuhan lantai dua bangunan pada pukul 15.45 WIB.

Penemuan ini menambah daftar korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian menjadi dua orang, sementara tim terus bergerak cepat menyisir area untuk menemukan satu korban terakhir yang masih tertimbun.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa jenazah kedua yang dievakuasi berjenis kelamin perempuan. Jenazah tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk identifikasi lebih lanjut guna memastikan apakah korban merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) atau babysitter.

"Puji Tuhan, hari ini pukul 15.45 WIB, tim gabungan telah berhasil menemukan satu lagi korban di lantai dua. Namun, saya belum bisa memastikan apakah beliau ART atau babysitter. Jenazah saat ini sedang dibawa ke rumah sakit," kata Kapolrestabes di lokasi kejadian.

Pihaknya menambahkan, posisi korban ini ditemukan tidak jauh dari titik ditemukannya jenazah istri pemilik rumah yang telah dievakuasi sebelumnya pada subuh hari sekira pukul 02.00 WIB.

Dari total enam orang korban yang terdata dalam musibah ini, berikut adalah rincian update kondisi seluruh korban, 1 korban selamat (sehat) orang tua pemilik rumah, 2 korban perawatan medis (rumah sakit) anak balita pemilik rumah dan kurir/pengantar barang dagangan online yang tengah melintas saat kejadian. 2 korban meninggal dunia (berhasil dievakuasi) istri pemilik rumah (ditemukan sekira pukul 02.00 WIB) dan perempuan/ART atau babysitter (ditemukan pukul 15.45 WIB).

"1 korban dalam pencarian masih tertimbun reruntuhan di area lantai dua," terang Calvijn.

Proses evakuasi korban kelima dan pencarian satu korban tersisa menghadapi kendala teknis yang cukup kompleks. Petugas harus melibatkan ahli konstruksi bangunan untuk membongkar puing-puing secara hati-hati.

Sempitnya akses masuk serta keberadaan kolom baja yang menghalangi jalur evakuasi menjadi tantangan utama tim di lapangan. Selain itu, posisi bangunan yang berbatasan sangat rapat dengan hunian di sisi kiri dan kanan menuntut kehati-hatian ekstra agar tidak memicu keruntuhan susulan.

Terkait dengan dugaan pemicu ledakan, tim gabungan beserta pihak PGN (Perusahaan Gas Negara) telah berkoordinasi di lapangan. Investigasi mendalam dan olah TKP secara menyeluruh akan segera dilakukan begitu korban terakhir berhasil dievakuasi.

"Setelah evakuasi korban terakhir selesai, kita akan investigasi bersama. Masuk ke dalam untuk memastikan kembali apa yang menjadi potensial dugaan awal kebocoran gas," pungkas Calvijn seraya meminta doa dari masyarakat agar seluruh proses pencarian berjalan lancar.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi