Jeritan Petani Sergai: Pupuk NPK Ponska Langka, Ancam Ketahanan Pangan Nasional (Analisadaily/Zainal Abidin)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis NPK Ponska tengah melanda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), khususnya di Kecamatan Tanjung Beringin.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan petani karena tanaman padi yang berusia 15 hingga 30 hari sangat membutuhkan asupan pupuk tersebut agar pertumbuhannya tetap optimal.
Sejumlah petani mengaku telah berulang kali mendatangi kios-kios resmi yang ditunjuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada kelompok tani, namun stok NPK Ponska tak juga kunjung tersedia.
"Padahal tanaman padi kami sudah waktunya dipupuk, tetapi pupuk NPK Ponska tidak tersedia di kios,"ujar Irwan Silitonga (45), petani asal Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kamis (23/7/2026).
Senada dengan Irwan, Idrus (48) juga merasakan hal serupa. Meski telah mendatangi kios berkali-kali, pupuk yang sangat diandalkan untuk masa pemupukan ini belum juga bisa didapatkan.
Dikhawatirkan Ancam Program Ketahanan Pangan Nasional
Kelangkaan ini membuat para petani cemas. Mereka khawatir kondisi tersebut akan mengganggu produktivitas pertanian, terutama di tengah gencar-gencarnya program peningkatan produksi pangan nasional yang digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Terlebih lagi, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI tengah gencar membuka cetak sawah baru seluas ratusan hektare melalui program CSR tahun 2025–2026, termasuk di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin.
Petani khawatir, jika pasokan pupuk terus bermasalah, lahan baru yang dibuka tidak akan berfungsi secara maksimal, serta berpotensi menurunkan hasil panen dan mengancam kesejahteraan petani.
Tanggapan Dinas Pertanian Sergai: Alokasi Jauh di Bawah Kebutuhan
Menanggapi keluhan tersebut, Pejabat Fungsional Dinas Pertanian Sergai, Maryana Martha, STP., M.I.L., membenarkan bahwa terbatasnya stok NPK Ponska terjadi akibat alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Sergai masih jauh dari kata cukup.
"Saat ini kami telah mengajukan penambahan alokasi kepada PT Pupuk Indonesia dan distributor," jelas Maryana melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (24/7/2026) sore.
Berdasarkan data ATR/BPN Tahun 2024, luas areal persawahan di Kecamatan Tanjung Beringin mencapai 3.811 hektare (Ha).
Sementara itu, berdasarkan data e-RDKK, kebutuhan pupuk bersubsidi selama satu tahun (dua musim tanam) mencapai 1.568 ton pupuk Urea dan 1.746 ton pupuk NPK Ponska.
Namun, pada Tahun 2026 ini, alokasi yang diterima kabupaten tersebut sangat terbatas, yakni hanya 815 ton pupuk Urea dan 642 ton pupuk NPK Ponska untuk dua musim tanam.
Sementara itu, untuk pupuk Urea, Maryana memastikan stok masih tersedia dan akan segera disalurkan ke kios-kios, meski distribusinya masih harus menunggu pasokan dari gudang produsen yang sedang dalam perjalanan dari Kalimantan Timur.
Para petani kini sangat berharap pemerintah dapat segera merealisasikan penambahan alokasi pupuk demi menyelamatkan hasil panen mereka.
(BAH/RZD)