Lantai Tinggal Rangka Besi, Jembatan Nagur Sergai Nyaris Putus dan Ancam Nyawa Pengendara (Analisadaily/Zainal Abidin)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Kondisi infrastruktur di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali dikeluhkan warga. Kali ini, kerusakan parah melanda Jembatan Nagur di Kecamatan Tanjung Beringin, yang menjadi urat nadi penghubung antar-desa hingga lintas kabupaten.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jembatan yang dibangun pada era 1970-an dan direhab pada 1990-an ini sudah sangat memprihatinkan. Cor beton di lantai jembatan dilaporkan telah habis terkikis dimakan usia, menyisakan deretan rangka besi yang menganga dan berisiko memecahkan ban kendaraan warga.
Tidak hanya itu, pagar pengaman jembatan banyak yang sudah keropos. Demi keselamatan darurat, warga terpaksa berinisiatif menggantinya dengan kayu atau bambu seadanya agar pengendara tidak terperosok langsung ke dalam sungai.
Bahaya tidak hanya mengintai di atas jembatan, tetapi juga di jalur pendekatannya. Tanjakan menuju jembatan dari arah Desa Nagur mengalami kerusakan parah akibat aspal badan jalan yang hancur dan berlubang besar.
Warga setempat, terutama pengendara sepeda motor, harus ekstra waspada. Menurut kesaksian warga, sudah banyak pengendara, khususnya kaum ibu-ibu yang terjatuh dan mengalami luka-luka akibat menghindari lubang saat menaiki tanjakan tersebut.
"Memang sudah cukup parahlah kerusakan jembatan ini. Kalau tidak segera diperbaiki, tidak tertutup kemungkinan akan banyak memakan korban jiwa," ujar Abdul Rahman (65), salah seorang warga setempat.
Abdul Rahman menuturkan, pengendara harus bertaruh nyawa setiap hari. Ban kendaraan bisa bocor akibat rangka besi yang mencuat, ditambah ancaman pagar pembatas yang tidak lagi memadai. Melalui kesempatan ini, ia secara khusus menyampaikan permohonan langsung kepada Gubernur Sumatera Utara.
"Tolonglah Pak Bobby Nasution, perbaiki segera jembatan kami ini, supaya arus transportasi baik kami sebagai nelayan maupun petani tidak lagi merasa was-was ketika melintas," pintanya penuh harap.
Sebagai informasi, Jembatan Nagur saat ini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).
Kepala Desa Nagur, Ruslan, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Pemerintah desa telah berulang kali menyurati dinas terkait melalui Camat Tanjung Beringin. Meskipun pihak Pemprovsu pernah turun langsung meninjau lokasi, hingga kini belum ada tanda-tanda realisasi perbaikan.
"Kita sudah beberapa kali menyurati pihak terkait melalui Camat Tanjung Beringin, namun belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki, walaupun pihak Pemprovsu sudah pernah turun untuk meninjau kondisi jembatan tersebut," keluh Ruslan.
Dengan mobilitas warga yang tinggi menghubungkan Desa Nagur, Pekan Tanjung Beringin, Bagan Kuala, Manggadua, Sukajadi, hingga tembus ke Teluk Mengkudu dan Deli Serdang, perbaikan mendesak sangat dinantikan sebelum infrastruktur vital ini benar-ar hancur total dan merenggut nyawa warga.
(BAH/RZD)